• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Kabupaten Cirebon

Kiai Juhadi Minta Masyarakat Tenang Selama Rekap Suara Pemilu 2024

Kiai Juhadi Minta Masyarakat Tenang Selama Rekap Suara Pemilu 2024
Ketua PWNU Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad. (Foto: NU Online Jabar/Sofhal)
Ketua PWNU Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad. (Foto: NU Online Jabar/Sofhal)

Kuningan, NU Online Jabar
Proses rekapitulasi surat suara pada Pemilu 2024 masih terus dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Meski beberapa lembaga survei sudah merilis siapa calon presiden dan wakil presiden yang unggul, masyarakat diminta tetap menunggu hasil resmi dari lembaga pemerintah.


Dalam prosesnya, rekapitulasi suara hasil pemilu ini kerap kali memantik kegaduhan di berbagai kalangan, mulai dari tim pemenangan hingga masyarakat bawah.


Untuk itu, Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad meminta masyarakat untuk tetap tenang. Imbauan tersebut dilakukan demi berlangsungnya proses Pemilu 2024 yang aman dan nyaman.


"Yang namanya beda pilihan itu biasa. Tidak hanya di Pilpres, di Pemilihan Gubernur (Pilgub), Pemilihan Bupati (Pilbup), sampai di pemilihan kepala desa soal beda pilihan itu hal biasa," ujar Kiai Juhadi saat ditemui NU Online Jabar pada Ahad (18/2/2024).


"Yang kalah pasti kecewa, tetapi itu merupakan bagian dari proses demokrasi," imbuhnya.


Ia berharap, rangkaian Pemilu 2024 ini benar-benar berjalan dengan baik dan lancar. Kiai Juhadi juga meminta pemerintah atau KPU menerima segala kritik dari masyarakat.


"Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan baik dan lancar, pemerintah atau KPU juga harus menerima terhadap protes-protes dari masyarakat," kata pengasuh Pesantren Hidayatutholibin Indramayu, Jawa Barat itu.


Meski demikian, kata Kiai Juhadi, protes-protes tersebut juga harus dibuktikan dengan data yang ada.


Di momentum rekapitulasi ini, Kiai Juhadi meminta masyarakat untuk tidak membuat membuat provokasi-provokasi.


"Hadapi dengan tenang dan bijak, supaya tidak memperkeruh suasana. elit-elit politik juga harus menerima kenyataan. Sebab yang namanya demokrasi itu ada yang menang dan ada yang kalah," tandasnya.


KH Juhadi sendiri turut hadir dan membuka acara Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) 2 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon.


Acara yang berlangsung di Hotel Grage Sangkan, Kuningan itu berlangsung pada Ahad, 18 Februari 2024 dengan mengusung tema "Memacu Kinerja, Menuju Kemandirian Jam'iyah dan Jamaah."


Pewarta: Sofhal Adnan


Kabupaten Cirebon Terbaru