Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Haul ke-16 Kang Ayip Muh, Ulama yang Merakyat dan Disegani Asal Cirebon

Haul ke-16 Kang Ayip Muh, Ulama yang Merakyat dan Disegani Asal Cirebon
aul Kang Ayip Muh Jagasatru Cirebon ke-16 di halaman Pondok Pesantren Jagasatru 2, Desa Setupatok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jumat (15/7/22). (Foto: NUJO/Yahya)
aul Kang Ayip Muh Jagasatru Cirebon ke-16 di halaman Pondok Pesantren Jagasatru 2, Desa Setupatok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jumat (15/7/22). (Foto: NUJO/Yahya)

Cirebon, NU Online Jabar 
Ribuan jamaah membanjiri haul Kang Ayip Muh Jagasatru Cirebon ke-16 di halaman Pondok Pesantren Jagasatru 2, Desa Setupatok, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jumat (15/7/22).

 

Kang Ayip Muh Jagasatru merupakan nama yang familiar di telinga masyarakat Cirebon dan sekitarnya, bernama asli Habib Muhammad bin Syekh bin Yahya, ia merupakan salah satu guru dari Maulana Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan.

 

Haul ini juga bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Ia lahir pada 15 Juli 1932 M/11 Rabiul Awal 1351 H. Tidak hanya dari kalangan masyarakat, pada habaib dan alim ulama sepuh tokoh sepuh juga ikut hadir diperingatan haulnya ini. 

 

Semuanya mendoakan Kang Ayip Muh yang telah tiada. Juga para almarhumin sesepuh Desa Setupatok dan 100 hari wafatnya Habib Ali bin Muhsin bin Yahya.

 

“Kecintaan umat terhadap Kang Ayip Muh hingga kini tetap hidup, dan tak pernah redup. Sosoknya begitu dikenal sebagai ulama yang merakyat. Dekat dengan semua kalangan, dan disegani semua golongan,” kata KH Manarul Hidayat, Alumni Ponpes Jagasatru tahun 1972 itu.

 

Menurutnya, ulama kharismatik itu banyak dikenang masyarakat. Juga alumni Ponpes Jagasatru. Bahkan, kecintaan Kang Ayip Muh terhadap santrinya begitu besar.

 

"Meskipun sudah 16 tahun waliyullah itu wafat, beliau masih ada. Karena rohnya masih ada. Melalui doa yang terus dipanjatkan sebagai rasa cinta kepada Kang Ayip," ungkapnya.

 

Ia bercerita, ada tiga nasehat Kang Ayip Muh yang menurutnya selalu diingat hingga kini. Pertama, ia berpesan agar belajar agama semampunya yang penting diamalkan. Kedua, jangan sombong. Dan terakhir ia berpesan agar mempelajari pelajar umum agar di dunia ini tidak miskin atau melarat. 

 

"Semuanya tetap bermuara pada akhlak. Apa pun hasilnya di kemudian hari, para alumni ada yang jadi dokter, jendral, politisi, pejabat negara, silakan. Yang penting amalkan ilmu yang didapat di pondok, taat sama guru dan berakhlak," katanya.

 

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Jagasatru, Habib Hasanain Yahya menyampaikan, atas nama keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jamaah, yang sudah mendoakan Kang Ayip Muh.

 

"Semoga dapat balasan dari Allah. Mudah-mudahan doa yang dipanjatkan di ijabah oleh Allah. Haul ini mengajarkan kita agar anak-anak berbakti kepada orang tua," katanya.

 

Di tempat yang sama, Camat Mundu, Anwar Sadad mengajak para jamaah yang mempunyai anak untuk menimba ilmu di Ponpes Jagasatru 2 yang tidak dipungut biaya. Ia berharap keberadaan Pondok Pesantren Jagasatru ini memberikan nilai positif di bidang pendidikan dan dakwah Islam menjadi lebih maju.

 

"Atas nama pemerintah kami ucapkan terima kasih kepada para jamaah haul yang telah mendoakan Kang Ayip Muh dan sesepuh Desa Setupatok dan 100 hari wafatnya Habib Ali bin Muhsin bin Yahya. Semoga doa yang dipanjatkan mendapat balasan dari Allah. Aamiin," katanya.

 

Pewarta: Khumaedi NZ
Editor: Agung Gumelar

Kabiupaten Cirebon Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×