• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Kamis, 30 Mei 2024

Indramayu

Kakanwil Kemenag Jabar Pastikan Asrama Haji di Indramayu Siap Tampung 6.700 Jamaah di Tahun 2023

Kakanwil Kemenag Jabar Pastikan Asrama Haji di Indramayu Siap Tampung 6.700 Jamaah di Tahun 2023
Kakanwil Kemenag Jabar Ungkap Asrama Haji di Indramayu Siap Tampung 6.700 Jamaah di Tahun 2023
Kakanwil Kemenag Jabar Ungkap Asrama Haji di Indramayu Siap Tampung 6.700 Jamaah di Tahun 2023

Indramayu, NU Online Jabar
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, H Ajam Mustajam menegaskan bahwa Asrama Haji Indramayu siap digunakan untuk menampung sekitar 6.700 jemaah haji tahun 2023 yang akan berangkat melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka. Hal tersebut diungkapkan saat dirinya menerima kunjungan dari Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) dalam rangka meninjau proses pembangunan Asrama Haji Indramayu pada Senin (12/12).


“Kemarin saya sudah mengikuti rapat dengan Pak Dirjen PHU, Pak Gubernur Jabar, insya Allah asrama haji dan Bandara Kertajati akan digunakan untuk pemberangkatan haji tahun 2023. Kuotanya masih terbatas, sekitar 6.700 orang,” jelasnya dilansir dari laman jabar.kemenag,or,id.


Ajam menilai, dari jumlah 6.700 jemaah tersebut hanya mengakomodir mereka yang berasal dari Cirebon, Indaramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning). Awalnya, Ajam berharap 10.000 ribu jemaah bisa ditampung di asrama haji tersebut. Namun gedung yang siap pakai baru dua unit, dan jalan lingkungan belum 100 persen selesai.


“Didepan Pak Gubernur, saya berjanji insya Allah jalan lingkungan bisa selesai 100 persen di tahun 2023. Pak Gubernur langsung menghibahkan dana untuk jalan lingkungan sekitar Rp 12 miliar. Hanya saja, tidak cukup waktu untuk penyelesaian dan proses lelangnya,” ungkap pria kelahiran Garut 15 Mei 1967 tersebut.


Ia juga menjelaskan, lokasi asrama haji berada di Desa Legok dan Desa Lohbener, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.


Beberapa fasilitas yang sudah selesai dibangun di antaranya aula kedatangan maupun keberangkatan, perkantoran, asrama untuk petugas musiman, gudang dan dapur, serta gedung asrama. Sedangkan jumlah kamar, sudah ada 130 kamar yang siap pakai. Saat ini sedang dibangun gedung asrama tower 2, masjid, dan jalan lingkungan. Secara keseluruhan, luas lahan wisma haji itu mencapai sekitar 13 hektare.


Ajam juga mengungkapkan, pihaknya berencananya akan membangun museum haji, mock up pesawat maupun tempat manasik haji bagi calon jamaah maupun pelajar sekolah. 


Selain itu, pria yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Nurul Huda Cibodas Cikajang Kabupaten Garut tersebut juga melaporkan, di samping penggunaan untuk kepentingan jemaah haji secara regular, pihaknya telah membuat analisis untuk mengoptimalkan pemakaian asrama haji untuk kebutuhan aspek bisnis seperti beberapa gedung bisa disewakan untuk latihan manasik, yang perhitungannya bisa menghasilkan sekitar Rp 470.320.0000 setiap tahunnya. 


“Angka itu diperoleh dari jemaah haji yang sudah masuk kuota atau berangkat tahun berjalan. Itu diupayakan harus praktik di asrama haji satu kali dengan bayaran Rp 20 ribu per orang. Selain itu dari siswa RA, MI, MTS, MA, karena ada kurikulum praktek manasik haji di sekolah mereka,” paparnya.  


Kemudian, gedung pertemuan yang berkapasitas 500 orang juga dapat dipergunakan secara optimal. Setiap tower ada classroom kapasitas 100 orang, itu menghasilkan Rp 1,3 milyar per tahun. Sementara kamarnya bisa menghasilkan Rp 9 milyar per tahun. 


Dirinya yakin hal itu bisa terwujud. Karena, masyarakat Jabar yang melaksanakan umrah itu luar biasa. Sekarang saja, usai pandemi pada bulan November hingga Desember ini tercatat ada 50.000 jemaah umrah yang belum diberangkatkan.  


“Maka dengan kehadiran mereka di asrama haji, minimal satu hari sebelum berangkat menuju Bandara Kertajati, memiliki nilai tersendiri. Sementara jarak dari asrama haji ke bandara sekitar 40 kilometer dengan jarak tempuh 30 menit,” ujarnya. 


Disamping menjadi bisnis, asrama haji pun juga memiliki fungsi sosial juga. Di luar luar musim haji, tentu ada area yang bisa dibunakan masyarakat seperti masjid, yang akan selesai tahun 2023 dengan biaya Rp 25 miliar hibah dari Pemprov Jabar. Terdapat juga rumah sakit dengan fasilitas yang memadai.


Mengenai kendala yang dihadapi, Ajam mengatakan masih ada masalah terkait air bersih dan juga penerangan lingkungan.


“Kami untuk penerangan lingkungan itu bisa dibebankan ke PLN. Jumlah untuk bayar listrik gedung dan jalan lingkungan sangat besar. Kami sudah investasi ke PLN hampir Rp 1 milyar untuk membuat gardu. Gardu tersebut tidak hanya berfungsi untuk asrama haji tetapi memasok juga untuk lingkungan,” katanya. 


Sementara itu Sekretaris Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag, H Ahmad Abdullah, mengatakan bahwa asrama haji dibangun paling tidak untuk bisa mengurangi kelelahan dan meningkatkan kenyamanan jemaah haji. Karena untuk melaksanakan ibadah haji, prosesnya cukup panjang. Banyak jemaah yang secara geografis jauh dari konsentrasi pemberangkatan. 


“Paling tidak selama 24 jam di asrama haji, fokus utamanya bisa mengurangi tingkat kelelahan jemaah dan untuk meningkatkan manejemen pelayanan, kamar jemaah haji ini di disain sesuai dengan standar hotel. Nilai manfaatnya, tidak hanya diperuntukkan bagi jemaah haji, tapi juga bisa dimanfaatkan jemaah yang akan melaksanakan ibadah umrah,” tuturnya. 


Pada kesempatan yang sama Asda I Pemkab Indramayu, Jajang mengungkapkan, Pemerintah daerah kabupaten Indramayu sangat mendukung terkait kegiatan pembangunan asrama haji ini. Oleh sebab itu, pihaknya berupaya membantu dengan menghibahkan lahan untuk berbagai fasilitas asrama haji.


Sebagai informasi, peninjauan proses pembangunan Asrama Haji Indramayu dipimpin oleh Shelly Andriani (Fraksi PDI-P), dengan enam anggota tim yang terdiri Hj Endang Maria (Fraksi Golkar) Muhammad Husni (Fraksi Gerindra), Lukman Hakim (Fraksi PKB), Hj Nurazizatahmid (Fraksi PKS), dan Ahmad (Fraksi Demokrat). Hadir pula antara lain Sekretaris Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag H Ahmad Abdullah, serta Asda I Pemkab Indramayu Jajang.


Pewarta: Eva Nurwidiawati
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi


Editor:

Indramayu Terbaru