• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Sabtu, 20 April 2024

Hikmah

RABIUL AWAL DAN SIRAH NABAWIYAH

Substansi Mengenal Hidup Nabi Muhammad SAW dari Kitab Sirah Nabawiyah

Substansi Mengenal Hidup Nabi Muhammad SAW dari Kitab Sirah Nabawiyah
Substansi Mengenal Hidup Nabi Muhammad SAW dari Kitab Sirah Nabawiyah (Ilustrasi: AM)
Substansi Mengenal Hidup Nabi Muhammad SAW dari Kitab Sirah Nabawiyah (Ilustrasi: AM)

Bulan Rabiul Awal dalam penanggalan hijriyah termasuk bulan istimewa, bulan kelahirannya nabi terakhir yang diutus oleh Allah kepada umat manusia yaitu Nabi Muhammad Saw.


Rasulullah Muhammad Saw dilahirkan di kota Makkah menurut riwayat yang paling populer dan masyhur baginda dilahirkan pada hari Senin 12 Rabiul Awal tahun Gajah. Malam kelahiran Nabi adalah malam yang bertaburan cahaya yang memancar dari langit biru bening. Kehadiran Nabi Muhammad, adalah anugerah besar bagi dunia manusia dan semesta raya.
 

Mengenal hidup Rasulullah Saw dapat kita temukan pada buku-buku atau kitab-kitab Sirah Nabawiyah, kitab yang berisi serangkaian kisah hidup Nabi Muhammad saw dari mulai beliau lahir sampai tutup usia. 
 

Mengenal kelahiran dan ketokohan Nabi Muhammad Saw bukan sebatas untuk diketahui saja sebagai khazanah, namun lebih dari itu, ada teladan yang dapat diambil oleh umatnya. Melansir NU Online, Pengasuh Madrasah Baca Kitab dan alumnus Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon, Muhamad Abror, menerangkan setidaknya ada lima substansi yang perlu diketahui dalam buku atau kitab-kitab Sirah Nabawiyah
 

Lima substansi tersebut tercantum dalam kitab Fiqh al-Sirah (hal 21-22), Syekh Sa'id Ramadhan al-Buthi (w. 2013 M) menjelaskan tujuan-tujuan yang lebih pokok dalam mempelajari sejarah hidup Rasulullah saw. 
 

Pertama, memahami kepribadian Rasulullah saw melalui perjalanan hidupnya. Hal ini penting karena tidak saja memperkenalkan Rasulullah sebagai sosok jenius dan terpandang di tengah kaumnya, tetapi juga mengetahui Nabi Muhammad saw sebagai utusan Allah yang dilegitimasi dengan wahyu yang turun langsung dari Kehadirat-Nya. 
 

Kedua, dengan mengetahui kisah hidup Rasulullah saw, seseorang akan menemukan sosok teladan yang yang luhur dalam segala aspek kehidupan. Tidak diragukan lagi, segala laku kehidupan telah dilakukan oleh Rasulullah saw. Hal itu sudah Allah tegaskan dalam ayat al-Qur'an yang berbunyi,
 

 لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ 


Artinya, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu." (QS. Al-Ahzab [33]: 21)


Menafsiri ayat di atas, Ibnu Katsir menjelaskan, bahwa ayat ini merupakan dasar yang paling penting dalam menjadikan Rasulullah sebagai panutan. Baik dalam ucapan, perbuatan dan segala liku kehidupan. Oleh karena itu, Allah swt memerintahkan manusia untuk mengikuti Nabi saw saat perang Ahzab dalam hal kesabaran, keteguhan hati, kesiagaan, dan perjuangannya, serta tetap menanti jalan keluar dari Allah swt. (lihat Tafsir Ibnu Katsir, juz 3, hal. 483) 


Ketiga, mempermudah dalam memahami al-Qur'an, karena sebagian besar ayat al-Qur'an telah dijelaskan oleh hadits-hadits Nabi. Kisah Sa’ad bin Hisyam bin Amir menegaskan akan hal ini. Suatu ketika Sa'ad bertanya pada Siti 'Aisyah tentang akhlak Rasulullah. Lalu Siti 'Aisyah menjawab,


 كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ أَمَا تَقْرَأُ الْقُرْآنَ قَوْلَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ (وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ) 


Artinya, "Akhlak beliau adalah al-Qur'an, apakah kamu tidak membaca al-Qur'an, Firman Allah Azza wa Jalla: (وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ) dan sesungguhnya engkau di atas budi pekerti yang agung.” (HR. Ahmad) 


Keempat, dengan mempelajari kisah hidup Rasulullah saw, seseorang akan mampu melihat potret teladan yang lengkap dalam ajaran Islam. Baik dalam persoalan akidah, hukum, maupun akhlak. Ketiga komponen itu sudah pasti ada dalam diri Nabi saw. 


Kelima, teladan bagi para da'i (juru dakwah) dalam kehidupan Rasulullah. Kita tahu, Rasulullah saw diutus sebagai juru dakwah di tengah-tengah umatnya. Rasulullah saw merupakan da'i paling berhasil sepanjang sejarah. Bahkan, Syekh Musthafa as-Shiba'i menyusun kitab sejarah Nabi saw yang menguraikan poin-poin pelajaran yang bisa dijadikan contoh bagi para juru dakwah dalam kitab yang berjudul Sirah al-Nabawiyah Durus wa 'Ibar.
 


Hikmah Terbaru