• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Garut

Hadiri Seminar Moderasi Beragama, Pergunu Garut Sampaikan Tiga Hal

Hadiri Seminar Moderasi Beragama, Pergunu Garut Sampaikan Tiga Hal
Hadiri Seminar Moderasi Beragama, Pergunu Garut Sampaikan Tiga Hal
Hadiri Seminar Moderasi Beragama, Pergunu Garut Sampaikan Tiga Hal

Garut, NU Online Jabar
Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Garut hadir memenuhi undangan seminar Penguatan Kurikulum Pendidikan Moderasi Beragama di Madrasah yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Garut yang bertempat di Hotel Santika Jl Cipanas Baru Pananjung Tarogong Kaler-Garut pada Selasa (8/8/2023). 


Wakil ketua Pergunu Garut H Dede Fuad menyampaikan bahwa penerapan moderasi beragama di lingkungan sekolah/madrasah khususnya di Kabupaten Garut akan tercapai dan tepat sasaran apabila dalam hal sosialisasinya mengikut sertakan sumber daya manusia yang kompeten dan siap dalam membumikan moderasi beragama. Menurutnya, Pergunu merupakan salah satu organisasi guru yang fokus pada dunia pendidikan dan agama, maka kiranya cocok jika pemerintah menggandeng Pergunu sebagai mitra dalam kegiatan moderasi beragama di lingkungan madrasah. 


"Mengingat moderasi beragama sudah menjadi program paten pemerintah dan tidak mudah untuk disosialisasikan, maka kami Pergunu Garut siap membantu serta mendampingi pemerintah yang dalam hal ini diwakili Kemenag untuk mensosialisasikan kegiatan moderasi beragama di Kabupaten Garut," ucap H Dede saat dihubungi NU Online Jabar, Rabu (9/8/2023). 


Saat hadir dalam seminar tersebut, Pergunu Garut juga menyampaikan tiga hal penting terkait dengan keberadaan tenaga pendidik di lingkungan madrasah yang seharusnya segera diprioritaskan pemerintah.  


Pertama, sebagai kepanjangan tangan dari organisasi Islam terbesar di Indonesia yaitu NU, maka Pergunu diharapkan menjadi bagian mitra pemerintah dalam moderasi agama di dunia pendidikan.


Kedua, untuk meningkatkan kesejateraan tenaga pendidik, Pergunu berharap pemerintah agar segera mengeluarkan SK terkait infashing guru madrasah.


Ketiga, pengangkatan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar bisa menyasar guru-guru yang berada di  madrasah swasta. 


Sebagai informasi, selain dihadiri oleh Pergunu, kegiatan yang mengambil tema "Melestarikan Budaya dan Kearifan Lokal, Memperkokoh Semangat Bhineka Tunggal Ika" itu dihadiri oleh 130 peserta yang terdiri dari 30 orang perwakilan guru madrasah/PAI/Pengawas dari jenjang MI/MTs/MA/SMA/SMK dan 100 orang perwakilan siswa dari jenjang MI/MTs/MA/SMA/SMK. 


Hadir sebagai pembicara pada kegiatan tersebut yakni Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat Moh Isom, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI H Muhammad Ali Ramdhani, dan Penasihat Dharma Wanita Persatuan RI yang juga sebagai Ibu Menteri Agama RI Ibu Eny Retno Yaqut Cholil Qoumas. 


Acara tersebut dibuka dengan pertunjukan Tari Topeng Koncaran yang dibawakan oleh siswa-siswi madrasah gabungan se-Kabupaten Garut dan ditutup dengan penampilan kreasi seni dari mahasiswa Universitas Garut. Tampil juga dalam acara tersebut yakni kesenian tradisional khas Garut Seni Surak Ibra Boboyongan Wanaraja. 


Pewarta: Rudi Sirojudin Abas


Garut Terbaru