• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 15 April 2024

Depok

Sejumlah Santri Ikuti KPM Perdana Pesantren Al-Hamidiyah, Berangkat Menuju Pelabuanratu

Sejumlah Santri Ikuti KPM Perdana Pesantren Al-Hamidiyah, Berangkat Menuju Pelabuanratu
Pelepasan KPM Perdana Pesantren Al-Hamidiyah ke Pelabuan Ratu. (Foto: NU Online Jabar/Abdul Mun'im H).
Pelepasan KPM Perdana Pesantren Al-Hamidiyah ke Pelabuan Ratu. (Foto: NU Online Jabar/Abdul Mun'im H).

Depok, NU Online Jabar
Pelepasan Kegiatan Pengabdian Masyarakat (KPM) santri Pesantren Al-Hamidiyah Depok yang perdana menuju Pelabuhanratu dihadiri Wakil Pengasuh Pesantren Bidang Kajian Islam KH Jauhari Sadji, Wakil Pengasuh Bidang Peribadatan dan Asrama KH Abdul Rasyid, Kepala Kepesantren dan Asrama Ustadz Suma Wijaya, serta Ketua KPM 2024 Ustadz Lukmanul Hakim yang bertempat di Ribat pengasuh pada Jumat (1/3/2024). Dalam kesempatan tersebut, para santri mendapatkan sejumlah arahan dan nasihat.


Kiai Jauhari mengatakan KPM membawa misi dan tujuan yang jelas yakni para santri membawa nama baik pesantren sekaligus mengajak masyarakat untuk melakukan kebaikan. 


"Bisa ngajak orang lain, berdakwah dengan persiapan yang maksimal," jelasnya.


Kiai Jauhari mengutip salah satu hadits Nabi Muhammad SAW:


 “مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ، فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فاَعِلِهِ.” 


“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka bagi dia pahala yang orang yang mengerjakan kebajikan tersebut.” kata yang juga sebagai Ketua Lazis Pesantren Al-Hamidiyah. 


Kiai Jauhari juga menjelaskan bahwa pahalanya mengalir sebagai amal jariah karena mengajak kebaikan. Ia menilai, hal tersebut juga membawa nama baik Pesantren Al-Hamidiyah di masyarakat. 


"Jaga nama baik Al-Hamidiyah, orang tua akan bangga kepada kalian semua. Selamat ber-KPM semoga menjadi pengalaman yang berharga, kemajuan dan kemanfaatan untuk banyak orang," jelas yang juga ketua Divisi Dakwah Pesantren Al-Hamidiyah. 


Sementara itu, Ustadz Suma Wijaya menyebutkan bahwa kegiatan ini yang perdana setelah pandemi. Ia menyebutkan bahwa peserta adalah santri pilihan, yang terbaik tidak hanya misi kegiatan tapi juga sebagai pengabdian di masyarakat dari ilmu yang didapatkan. 


"Tujuannya masyarakat yang di sana tercerahkan, bukan sebaliknya. tetap kesantrian dan tata tertib berlaku. 
Sehingga ke depan bisa dikembangkan, akan disupport oleh Yayasan juga Lazis Al-Hamidiyah," ujarnya. 


Ia juga berpesan kepada santri KPM. Ingat tujuan KPM untuk menjaga nama baik pesantren Al-Hamidiyah. Bisa menampilkan yang terbaik, berkahnya akan sampai. "Pengalaman ini harus dimaksimalkan bisa jadi tidak berulang lagi. Semoga dapat maksimal dan perjalanan selamat hingga kembali ke pesantren," jelas calon kandidat Doktor di UIN Jakarta. 


Selain itu, Kiai Rasyid mengungkapkan bahwa kegiatan KPM membawa misi yang suci. Menurutnya, KPM perlu kita tumbuhkan lagi, misinya berdakwah, mensyiarkan Al-Hamidiyah. "Bagaimana menjadi duta, kegiatan dan pembinaannya dengan waktu khusus secara maksimal. Diawali tahun 1988 ketika saya menjadi santri dengan melalui KPM mensyiarkan Al-Hamidiyah kedua Dakwah ketiga mengajak halayak luar untuk mondok," ungkapnya. 


Kiai Rasyid juga menjelaskan bahwa dalam perjalanan pesantren dikenal masyarakat yang dirikan Kiai Achmad Sjaichu berhaluan Aswaja An-Nahdliyah. 


"Harus jujur, Berintegritas menunjukan memiliki kualitas yang hebat. Ilmu yang disampaikan berkualitas. Harus ada ayat sebagai dalil, dapat bertanggung jawab, terakhir disiplin dan berakhlak, diharuskan sholat di masjid semua," tegasnya. 


Kiai Rasyid melepas peserta KPM dan mendoakan agar kegiatan dapat berjalan dengan baik dan penuh manfaat serta kembali ke Al-Hamidiyah dengan selamat dan berkah. "Selamat menjalankan tugas semoga dapat maksimal dalam penampilan dan tetap menjaga almamater pesantren. Bismillahirrahmanirrahim," pungkasnya. 


Depok Terbaru