Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Ribuan Kader Fatayat NU Kabupaten Tasikmalaya Penuhi Gedung DPRD Meriahkan Gerakan Bangga Ber-Fatayat

Ribuan Kader Fatayat NU Kabupaten Tasikmalaya Penuhi Gedung DPRD Meriahkan Gerakan Bangga Ber-Fatayat
1500 Kader Fatayat NU Kabupaten Tasikmalaya Penuhi Gedung DPRD Meriahkan Gerakan Bangga Ber-Fatayat (Foto: NU Online Jabar/Media Center NU Tasikmalaya)
1500 Kader Fatayat NU Kabupaten Tasikmalaya Penuhi Gedung DPRD Meriahkan Gerakan Bangga Ber-Fatayat (Foto: NU Online Jabar/Media Center NU Tasikmalaya)

Tasikmalaya, NU Online Jabar
Sebanyak 1500 kader Fatayat NU Kabupaten Tasikmalaya penuhi dan meriahkan Gedung Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tasikmalaya, Ahad (29/5). 


Hadirnya ribuan kader tersebut dalam rangka memeriahkan acara Gerakan Bangga Ber-Fatayat (Gerfa), peluncuran program Seribu Kader Fatayat (Serkafa), peluncuran buku Fikroh Fatayat NU, serta agenda utamanya yaitu Pelantikan PC Fatayat NU, dan penandatanganan MoU antara Fatayat dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kabupaten Tasikmalaya.


Ketua Fatayat NU Kabupaten Tasikmalaya Lilik Latifah menuturkan hadirnya ribuan kader Fatayat saat ini belum seberapa, karena menurutnya kalau di undang semuanya gedung DPRD ini tidak akan kuat menampung.


“Bapak Ibu semuanya bisa kita dengar gemuruhnya kader Fatayat Kabupaten Tasik, ini belum seberapa, alhamdulillah sekarang Fatayat NU Kabupaten Tasikmalaya mempunyai kader sebanyak 6500, berdasarkan data base yang kami buat, kami tidak aku-akuan semua datanya ada, namun yang kami undang tidak semuanya, hanya 1500 kader, khawatir gedung ini tidak bisa menampung,” katanya.


Konsolidasi pengkaderan dalam kepemimpinannya kata Lilik, ini menjadi yang utama, “Oleh karena itu kami melanuchingkan yang namanya Serkafa NU, yaitu Seribu Kader Fatayat NU,” ucapnya.


Di samping itu, Fatayat juga berupaya mengedukasi kaum perempuan demi meningkatkan kapasitasnya. Karena perempuan menjadi mulia dan handal dengan ilmunya. Proses edukasi tersebut, kata Lilik, melalui program Literasi Fatayat NU.


“Maka langkah awal PC Fatayat Kabupaten Tasikmalaya membekali seluruh pengurusnya dan kadernya dengan menambah wawasan, pengalaman, dan skill, dengan di launchingkannya Lifnu, Literasi Fatayat NU yang sudah di launchingkan pada 30 Desember 2021, dengan kegitannya, melatih seluruh fatayat, menuangkan ide-ide dalam bentuk tulisan,” ujarnya.


“Fatayat NU itu harus literat, tidak boleh hanya identik dengan gosip sana-sini. Biar literat itu gerbangnya adalah membaca, kemudian melatih menulis. Banyak sebenarnya kiprah yang menginspirasi dan bisa dituangkan dalam tulisan,” tambahnya.


Upaya lain lanjutnya, untuk memperkokoh pengetahuan adalah rutin menggelar pengajian bertema agama, ekonomi, kesehatan dan hukum. Tentu identitas NU berupa kajian kitab kuning tetap menjadi yang utama.


Sementara itu, langkah pemberdayaan dalam bidang ekonomi, Fatayat NU Kabupaten Tasikmalaya memberdayakannya melalui program Warung Fatayat NU (Warfanu). 


“Warung inilah yang menjadi pusat “pasar” setiap produk kader, yang setiap satu bulan sekali mesti terjajakan dalam sebuah bazar,” terangnya

“Biar usahanya berkembang, kami selenggarakan pelatihan branding marketing juga. Usaha kuliner saat ini sudah ada yang berbasis digital atau penjualannya secara online,” ujar lilik.


Selain itu, terkait kerjasama dengan LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Lilik mengatakan ini sebagai upaya menuntaskan PR perempuan, yaitu pendampingan atas kasus seperti kekerasan seksual, pinjaman online, dan kasus lainnya yang menimpa perempuan.


“kita sebagai Fatayat harus menjadi solusi ditengah masyarakat dalam menghadapi kasus yang sering menimpa perempuan yaitu pelecehan seksual, tentu hal ini menjadi PR besar bagi Fatayat saat ini dan kedepannya,” katanya.


“Dalam upaya penanganan pencegahan kekerasan seksual terhadap perempuan, Fatayat NU Bidang Advokasi sudah melakukan dan memberikan layanannya, dan kita juga akan bekerjasama dengan Lembaga Bantuan Hukum Ansor Kabupaten Tasikmalaya yang setelah ini kita akan melakukan Mou,” lanjutnya.


“Fakta di lapangan, kami sering mendapat permintaan pendampingan atas kasus seperti kekerasan seksual, pinjaman online atau Pinjol dan kasus lainnya yang menimpa perempuan. Keterlibatan LBH Ansor jelas akan memperkuat kami dalam proses advokasi, karena sudah ada kasus-kasus yang sampai masuk jalur hukum,” pungkasnya.


Pewarta: Abdul Manap

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×