• logo nu online
Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Desember 2023

Daerah

Fatayat NU Kabupaten Tasikmalaya Launching Program Lifnu, Pelatihan Menulis dan Terbitkan Buku

Fatayat NU Kabupaten Tasikmalaya Launching Program Lifnu, Pelatihan Menulis dan Terbitkan Buku
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Tasikmalaya Lilik Latifah, Launching Program Lifnu
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Tasikmalaya Lilik Latifah, Launching Program Lifnu

Tasikmalaya, NU Online Jabar
Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Tasikmalaya menggelar launching program baru yaitu Literasi Fatayat Nahdlatul Ulama (Lifnu), sekaligus mengadakan pelatihan menulis dan menerbitkan buku di Gedung PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (30/12).

 

Acara tersebut mengusung tema “Mengukir Peradaban, Menorehkan Perubahan Melalui Tulisan.” Diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari dua orang dari masing-masing Pengurus Anak Cabang (PAC) yaitu sebanyak 50 orang, dan dari PC sebanyak 10 orang.

 

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Tasikmalaya Lilik Latifah mengatakan diadakannya launching program baru ini di latar belakangi oleh dua tugas Fatayat dalam melestarikan tradisi-tradisi NU, serta menjawab tantangan zaman.

 

“Semua ini di latar belakangi dengan peran Fatayat yang tentunya harus memiliki gaya baru dibanding model-nodel Fatayat sebelumnya. Bahwa fatayat sekarang memiliki dua tugas utama, pertama melestarikan tradisi-tradisi ke NU-an yang selama ini selalu kita jaga supaya terus lestari sampai pada generasi-generasi berikutnya dan diamalakan juga oleh generasi berikutnya, biar merasa bangga terhadap ke NU-an atau ke Aswajaan,” katanya.

 

Yang kedua kata Lilik Fatayat harus lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, mempunyai potensi diri, melek teknologi dan harus mandiri.

 

 “Selain memiliki ilmu potensi masing-masing, harus juga ada kompetensi penunjang. Misalkan, Fatayat sekarang harus melek IT, harus memiliki keterampilan menulis kemudian, harus mampu bagaimana menciptakan personal branding, bagaimana dia mandiri dalam ekonomi melalui kemampuan ekonomi digitalnya, atau kemampuan organisasinya,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Lilik menuturkan yang menjadi motivasi diadakannya pelatihan yang digabung dengan launching program literasi ini yaitu untuk menjawab tantangan zaman supaya tidak tertinggal.

 

“Untuk menjawab isu-isu terkait dengan perempuan, perempuan yang harus lebih berdaya, perempuan yang harus lebih melek IT, karena sekarang zaman menuntut itu. Kalau sekarang kita tidak bisa menuruti akan kemajuan zaman tentunya kita akan jauh tertinggal,” tuturnya.

 

“Selanjutnya Fatayat sekarang ini harus mampu menjadi teladan kepada generasi berikutnya bahwa kita harus menjadi pembelajar sejati. Tak ada manusia yang unggul segala hal, tetapi kita secara sama-sama belajar, maju semua, hebat semua untuk generasi yang lebih baik,” tambahnya. 

 

Kata Lilik, seluruh peserta yang mengikuti pelatihan kepenulisan ini akan diberi tugas, yaitu tugas untuk menulis dengan tema tulisan yang bebas.

 

“Seluruh peserta pelatihan akan diberi tugas untuk menulis, tulisannya bebas, boleh tentang pendidikan, boleh tentang parenting, boleh tentang perempuan, dan lain-lain, yang nantinya harus disetorkan ke redaksi Lifnu. Setelah itu kita akan buatkan buku Antologi tentang Fatayat, buku inilah yang nantinya diterbitkan dengan tempo waktu dalam satu bulan,” pungkasnya.
 

Pewarta: Muhammad Rizqy Fauzi
Editor: Abdul Manap


Editor:

Daerah Terbaru