• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 5 Maret 2024

Daerah

Lipsus Covid-19

Pjs Bupati Indramayu Segera Kirimkan Bantuan ke Pesantren Terdampak Covid-19

Pjs Bupati Indramayu Segera Kirimkan Bantuan ke Pesantren Terdampak Covid-19
Pjs Bupati Indramayu Bambang Tirtoyuliono. (Foto: Diskominfo Indramayu)
Pjs Bupati Indramayu Bambang Tirtoyuliono. (Foto: Diskominfo Indramayu)

Indramayu, NU Online Jabar
Adanya sebuah pesantren di Indramayu Barat yang menjadi klaster penyebaran Covid-19 dan saat ini tengah dilakukan isolasi mandiri terhadap santri yang terpapar, terus mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Nahdliyin Indramayu telah bergerak mengumpulkan donasi untuk biaya pengobatan, makananan, dan operasional  pesantren tersebut.
Namun, Pemkab Indramayu belum menurunkan bantuan sama sekali, bahkan pengurus pesantren dan RMI NU Indramayu terus mempertanyakan dan mendesak pihak terkait agar segera memberikan perhatian penuh terhadap pesantren. Salah seorang pengurus pesantren yang saat ini menjadi klaster Covid-19, mengakui selama ini belum mendapatkan bantuan dari Pemkab Indramayu terkait logistik maupun bantuan alat. GTTP yang sudah menjanjikan bantuan waktu rapat dengan wali santri, tetapi faktanya hanya diberikan multivitamin dari Puskesmas saja.

Penguru pesantren menjelaskan bahwa menurut GTTP Covid-19 Indramayu, setiap pasien yang positif Covid-19, ditanggung biaya pengobatan dan isolasinya oleh pemerintah. 

“Kalaupun kami melakukan isolasi mandiri, itu adalah karena pihak GTPP memerintahkan untuk diisolasi dalam pesantren saja. Saat ini rumah sakit rujukan sudah penuh. Artinya, biaya isolasi menjadi tanggung jawab pemerintah. Tapi nyatanya kami mengeluarkan biaya sendiri,” jelas seorang pengurus pesantren. 

Melihat kondisi tersebut, beberapa kali NU Online Jabar melakukan konfirmasi ke Juru Bicara GTPP Covid-19 Indramayu, Deden Boni Koswara. Namun tidak ada keterangan lengkap mengenai bantuan apa yang telah diberikan pemerintah terhadap pesantren yang terdampak Covid-19.

Untuk mencari kejelasan, NU Online Jabar coba menghubungi Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Indramayu, Bambang Tirtoyuliono. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat itu, ditunjuk Gubernur untuk menjadi  Pjs Bupati Indramayu sampai pelaksanaan Pilkada selesai. Selasa (01/11) Bambang Tirtoyuliono menerima Yahya Anshori seusai acara di sebuah radio. 

Bambang menjelaskan bahwa pihaknya akan segera mengirimkan bantuan berupa 500 paket sembako untuk pesantren tersebut. Bantuan tidak hanya akan diberikan kepada pesantren yang tengah melakukan isolasi mandiri, tetapi juga untuk pesantren lain yang terdampak Covid-19 di Indramayu.

“Secepatnya kita akan segera distribusikan bantuan 500 paket sembako yang akan dilaksanakan oleh  gugus tugas yang ada di kecamatan,” papar Bambang. 

Bambang juga menambahkan, setelah munculnya klaster Covid-19 di pesantren Indramayu, diharapkan seluruh komponen pesantren mengurangi interaksi, terutama di pesantren terdampak dan saling mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan.  

“Tetap memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Mari kita putus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Cepat informasikan kepada gugus tugas jika ada hal-hal yang berhubungan dengan penanggulangan kasus di semua pesantren yang ada di Indramayu,” ungkap Pjs Bupati.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat Indramayu dan warga pesantren, untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tanpa kebersamaan, maka upaya penaggulangan ini akan percuma. 

“Pandemi ini harus kita hadapi dengan kebersamaan dan kekompakan seluruh warga masyarakat. Jangan sampai pemerintah saja yang sibuk mengingatkan, sementara masyarakatnya acuh tak acuh. Ingatlah bahwa virus ini nyata adanya. Mari bersama-sama kita hadapi dengan kewaspadaan dan mematuhi prokes yang telah ditetapkan,” pungkas  Bambang Tirtoyuliono.

Pewarta : Yahya Ansori
Editor : Iing Rohimin


Editor:

Daerah Terbaru