• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 27 Februari 2024

Cianjur

Pleno Pergantian Pengurus, Ikhtiar PCNU Cianjur Benahi Tata Kelola Organisasi

Pleno Pergantian Pengurus, Ikhtiar PCNU Cianjur Benahi Tata Kelola Organisasi
Pleno Pergantian Pengurus, Ikhtiar PCNU Cianjur Benahi Tata Kelola Organisasi
Pleno Pergantian Pengurus, Ikhtiar PCNU Cianjur Benahi Tata Kelola Organisasi

Cianjur, NU Online Jabar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cianjur Masa Khidmat 2022-2027 terus berikhtiar dan berkomitmen dalam melakukan pembenahan tata kelola organisasi, yang kini sudah berjalan kurang lebih satu tahun kepengurusan.


"Salah satu yang kita bahas yaitu pergantian kepengurusan beberapa lembaga di lingkungan PCNU Kabupaten Cianjur," kata Ketua Tanfidziyah PCNU Cianjur, Kiai Deden Usman kepada NU Online Jabar dalam acara pleno di Kantor PCNU, Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Sabtu (24/06/2023).


Kiai lulusan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur ini menegaskan dalam konteks umum, peningkatan tata kelola organisasi adalah prinsip yang penting bagi banyak organisasi, termasuk PCNU Kabupaten Cianjur. 


"Beberapa langkah yang diambil untuk meningkatkan tata kelola organisasi, salah satunya adalah kita lakukan pergantian antar waktu kepengurusan lembaga yang kurang aktif dan kurang maksimal," ucapnya.


Menurutnya, pembenahan tata kelola organisasi, mesti dilakukan penguatan dalam hal transparansi, akuntabilitas, peningkatan komunikasi, pengembangan kapasitas, serta penegakan aturan dan etika organisasi.


Kiai yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-I'tishom, Warungkondang, Cianjur ini menjabarkan beberapa hal dan poin-poin penting tata kelola organisasi di antaranya yaitu:

  1. Transparansi: meningkatkan transparansi dalam pengambilan keputusan dan pelaporan keuangan, sehingga anggota dan pengurus PCNU Cianjur memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana organisasi dijalankan.
  2. Akuntabilitas: memperkuat mekanisme akuntabilitas di dalam organisasi NU, termasuk pemilihan pengurus yang transparan dan bertanggung jawab, serta memastikan bahwa keputusan dan tindakan yang diambil didasarkan pada prinsip-prinsip yang benar.
  3. Peningkatan komunikasi: memperbaiki komunikasi antara pengurus, memastikan informasi dan kebijakan yang relevan disampaikan dengan jelas kepada semua, dan memfasilitasi saluran komunikasi yang terbuka, salah satunya melalui pelatihan yang digelar PCNU Cianjur.
  4. Pengembangan kapasitas: menyelenggarakan pelatihan dan pendidikan bagi pengurus untuk meningkatkan pengetahuan tentang tata kelola organisasi, etika kepemimpinan, dan keterampilan manajerial, sehingga dapat berkontribusi secara efektif dalam menjalankan tugas. Seperti melalui jenjang kaderisasi Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD PKPNU), Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU), dan Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN-NU).
  5. Penegakan aturan dan etika: menerapkan peraturan dan kode etik yang jelas, serta mekanisme pengawasan yang efektif, untuk memastikan bahwa setiap pengurus bertindak sesuai dengan standar etika dan nilai yang ditetapkan.


Kiai Deden menambahkan, pada bulan Oktober tahun 2023 pihaknya berencana akan menggelar apel akbar pengurus NU Kabupaten Cianjur mulai PC, MWC, dan Ranting 360 desa.


"Jumlah estimasi yang hadir dalam SK kepengurusa  sekitar 2200 orang dalam rangka penguatan organisasi satu visi dan misi," tandasnya.


Pewarta: Wandi Ruswannur


Cianjur Terbaru