• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Ubudiyah

Lafadz Istighfar Sapu Jagad yang Diajarkan Nabi Muhammad Saw

Lafadz Istighfar Sapu Jagad yang Diajarkan Nabi Muhammad Saw
Ilustrasi. (Foto: NU Online/freepik)
Ilustrasi. (Foto: NU Online/freepik)

Lafadz istighfar ini mengajarkan optimisme yang besar akan ampunan Allah Swt terhadap dosa-dosa yang kita perbuat, kendati dosa-dosa kita itu seluas langit dan bumi. Namun maaf dan ampunan-Nya jauh lebih luas lagi.


Selain itu, jika dilihat dari segi maknanya, sungguh sangat amat teramat dalam dan luas sprektumnya. Rasulullah Saw sangat menyukai lafadz kalimat istighfar berikut ini:


(3x) اللهم مغفرتك أوسع من ذنوبي ورحمتك أرجى عندي من عملي


Allahumma maghfirotuka awsa'u min dzunuubii wa rohmatuka arjaa 'indii min 'amalii (3x)


"Ya Allah, ampunanMu lebih luas dari dosa-dosaku dan rahmatMu lebih aku harapkan daripada amalku."


Selain itu lafadz kalimat istighfar di atas juga berisi pengakuan tulus sekaligus pengharapan besar atas limpahan rahmat-Nya yang tak terhingga dan tak terbatas baik di dunia maupun di akhirat. Sehingga untuk keselamatan di akhirat dari adzab kubur dan api neraka, tidak bisa bergantung pada amal ibadah yang tidak seberapa serta masih jauh dari kesempurnaan.


Oleh karena itu tidak ada lagi andalan dan sandaran yang meyakinkan selain pengharapan setinggi-tingginya akan gelontoran rahmat-Nya yang bisa memasukkan seseorang ke dalam surga serta diselamatkan dari siksa kubur dan api neraka. 


Jadi kalau seseorang masuk surga itu bukan karena amalnya, melainkan berkat rahmat Allah Azza wa Jalla. Wallahu a’lam


KH Cep Herry Syarifuddin, Pengasuh Pesantren Sabilurrahim


Ubudiyah Terbaru