Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

7 Amalan dengan Pahala tak Berujung 

7 Amalan dengan Pahala tak Berujung 
7 Amalan dengan Pahala tak Berujung  (Ilustrasi: Freepik)
7 Amalan dengan Pahala tak Berujung  (Ilustrasi: Freepik)

Bandung, NU Online Jabar
Hidup ini sementara, tuhan menciptakan kamu tidak semata hanya untuk makan, mempertahankan hidup, dan tenggelam dalam gemerlap kesenangan duniawi, melainkan agar beribadah kepadanya dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan selanjutnya.  
 
Beramal baiklah sejak dini, karena itu akan menjadi bekalmu “Orang yang meninggal diikuti oleh tiga perkara, dua akan kembali dan satu lainnya akan tetap bersamanya. Ia diikuti oleh keluarganya, hartanya dan amal perbuatannya. Maka keluarga dan hartanya akan kembali (ke rumahnya) sedangkan amal perbuatannya tetap bersamanya” (HR al-Bukhari dan Muslim).

 

Dari hadis tersebut, hanya amalanlah yang tetap bersama pelakunya. Namun dari amalan-amalan yang diperbuat oleh manusia terbagi menjadi dua, ada amalan yang berhenti ketika amal ibadah tersebut selesai dilakukan, ada amalan yang tak berujung terus mengalir walau orang yang mengamalkannya sudah wafat.

 

Amalan yang tak berujung tersebut terus di catat pahala kebaikannya oleh malaikat. Nabi Muhammad Saw menyebutkan ada tujuh orang yang catatan pahalanya terus mengalir. Mereka adalah orang yang melakukan kebaikan yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh dirinya, tetapi kebaikan yang manfaatnya berkelanjutan, melampaui, dan tidak terbatas (at-ta’addi).


حديث أَنَس قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبْعٌ يَجْرِى لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ: مَنْ عَلَّمَ عِلْماً، أَوْ كَرَى نَهْراً، أَوْ حَفَرَ بِئْراً، أَوْ غَرَسَ نَخْلاً، أَوْ بَنَى مَسْجِداً، أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفاً، أَوْ تَرَكَ وَلَداً يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ رواه البزار وأبو نعيم والبيهقي 

 

Artinya, “Hadits sahabat Anas bin Malik ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Ada tujuh jenis amal yang pahalanya mengalir terus kepada seseorang di alam kuburnya: (1) orang yang mengajarkan ilmu, (2) orang yang mengalirkan (mengeruk atau meluaskan) sungai, (3) orang yang menggali sumur, (4) orang yang  menanam pohon kurma, (5) orang yang membangun masjid, (6) orang yang mewariskan mushaf, (7) orang yang meninggalkan anak keturunan yang memintakan ampunan baginya sepeninggal kematiannya,’” (HR Al-Bazzar, Abu Nu’aim, dan Al-Baihaqi). (Al-Mundziri, At-Targhib wat Tarhib, [Beirut, Darul Fikr: 1998 M/1418 H], juz III, halaman 305-306). 

 

Selain dari tujuh amalan tersebut, masih ada amalan lain yang pahalanya tak berujung, hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang menyebutkan tiga jenis amal yang catatan pahalanya juga berkelanjutan meski orang yang mengamalkannya telah meninggal dunia.

 

عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إذا مات الإنسان انقطع عمله إلا من ثلاثة صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له  

 

Artinya, “Dari sahabat Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, ‘Bila seseorang meninggal dunia, maka amalnya terputus kecuali berasal dari tiga hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya,’” (HR Bukhari dan Muslim). 

 

Berdasarkan hal tersebut, para ulama membagi dua jenis amal ibadah dari segi keberlanjutannya, yaitu at-ta’addi (keberlanjutan tak terbatas) dan al-qashir (terbatas). 

 

Ulama juga kemudian melahirkan kaidah fiqih sebagai berikut: 

 

  العَمَلُ المُتَعَدِّي أَفْضَلُ مِنَ القَاصِرِ 

 

Artinya, “Amal tak terbatas (berkelanjutan) lebih utama daripada (amal) yang terbatas.”


Editor: Abdul Manap
Sumber: NU Online

Ubudiyah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×