• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Purwakarta

Singgung Maraknya Konten Tak Berfaedah, Teh Ifa: Saatnya Santri Maju Isi Syiar Dakwah Digital

Singgung Maraknya Konten Tak Berfaedah, Teh Ifa: Saatnya Santri Maju Isi Syiar Dakwah Digital
Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Ifa Faizah Rohmah (Foto: Istimewa)
Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Ifa Faizah Rohmah (Foto: Istimewa)

Bandung, NU Online Jabar
Bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Yayasan Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta menggelar pelatihan ‘Santri Digitalpreneur -Indonesia Bangkit Santri Mendunia,’ Kamis (10/8/23).


Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Ifa Faizah Rohmah dalam sambutannya menyinggung maraknya konten yang tidak berfaedah berseliweran di media sosial. Menurutnya konten tersebut perlu di minimalisir


“Santri bagian dari generasi masa depan, generasi yang unggul yang terlahir dari pondok pesantren. Ditengah maraknya konten yang tidak bertanggung jawab saatnya santri maju dan mengisi syiar dakwah dan produktifitas yang positif, digitalisasi syiar dakwah menengahi banyaknya konten yang tidak berfaedah,” ujarnya


Teh Ifa sapaan akrabnya, dirinya meyakini bahwa salah satu cara untuk menurunkan banyaknya konten yang tidak berfaedah dengan menyodorkan konten-konten kreatif yang diproduksi salah satunya oleh santri


“Hal tersebut, bisa diselesaikan dengan adanya konten-konten kreatif dari santri untuk mengisi ruang publik, selain itu juga untuk menambah khazanah pondok pesantren di ruang digital,” terangnya


Pada kesempatan tersebut, Teh Ifa menyampaikan bahwa Yayasan Al-Muhajirin selain mengelola pendidikan dengan kurang lebih 6000 pelajar mulai dari Anak Usia Dini (PAUD) hingga perguruan tinggi dan pesantren, Al-Muhajirin juga mengelola unit usaha.


“Kami juga mengelola 14 unit usaha mulai dari kegiatan catering, bakery, percetakan, konveksi, laundry, kantin, gallery, cafe, perikanan, peternakan, dan perkebunan, juga ada industri pangan,” katanya dihadapan Menteri Ekraf Sandiaga Salahuddin Uno.


“Jadi pesantren tidaklah berorientasi pada profit semata tetapi berharap sebagaimana amanah syaikhuna, lulusan Al-Muhajirin harus siap bukan hanya sebagai kiai, sebagai sarjana, tetapi juga siap menjadi pengusaha yang akan memajukan bangsa dan negara ini,” imbuhnya


Selain itu, lanjut Teh Ifa ada sektor lain sebagai usaha pesantren, yaitu Agrowisata, “Mengelola Agrowisata untuk pengenalan perkebunan, pertanian, menjadi bagian tidak terlepaskan dari pada pendidikan itu sendiri. Semoga kedepan bukan hanya wisata milik para pengusaha saja bukan hanya orang-orang kapitalis yang menguasai perekonomian wisata tapi kami pesantren juga bisa,” ujarnya


“Saya yakin bahwa sektor usaha pondok pesantren bisa jadi warna yang berbeda, bukan hanya komunitas yang banyak, tapi kami yakin pariwisata pondok pesantren menghasilkan wisata yang religi, halal dan tentunya berkah,” imbuhnya.


Teh Ifa berharap semua program kementerian ekraf ini bisa terus berlanjut, “Mudah-mudahan Mentri bisa mengakomodir kegiatan ini untuk pelatihan-pelatihan agrowisata di Ponpes Al-Muhajirin. Dan secara umum tentu kami berharap kegiatan digital preneur pondok pesantren ini akan terus berlanjut dengan berharap dukungan yang terus berkelanjutan,” pungkasnya


Pewarta: Abdul Manap
 


Purwakarta Terbaru