• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 18 Juni 2024

Purwakarta

Ajengan Ahmad Anwar Nasihin: Dari Pengusaha Sapi Hingga Jadi Ketua PCNU

Ajengan Ahmad Anwar Nasihin: Dari Pengusaha Sapi Hingga Jadi Ketua PCNU
Ajengan Ahmad Anwar Nasihin
Ajengan Ahmad Anwar Nasihin

Purwakarta, NU Online Jabar
Peternakan Linggar Keramat, yang merupakan milik KH Ahmad Anwar Nasihin, seorang tokoh yang juga menjabat sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Raudlatut Tarbiyyah dan Ketua PCNU Purwakarta, telah menjadi sorotan dalam pengembangan peternakan sapi Limousin dan sapi Lombok di wilayahnya. 


Dalam hampir lima tahun berjalan, peternakan ini terus berkembang dengan pesat untuk menunjang perekonomian Pondok Pesantren yang dipimpin oleh KH Anwar Nasihin.
 
Dengan keberhasilan pesantren Raudlatut Tarbiyyah Liunggunung sebagai percontohan pesantren di Purwakarta, KH Anwar Nasihin menerima penghargaan dari berbagai instansi negara. 


"Saya terus berupaya untuk memberdayakan santri dan masyarakat sekitar dengan memberikan peluang usaha, terutama melalui pengembangan peternakan sapi yang kini telah mencapai 250 ekor," ucap Ajengan Ahmad Anwar Nasihin saat diwawancarai oleh awak media, Jumat 17 Mei 2024.
 
Menyambut musim Idul Adha, peternakan Linggar Keramat siap melakukan panen sapi dengan kualitas terbaik. 


Setiap sapi telah menjalani uji kesehatan yang ketat dari Keswan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta, sehingga memastikan sapi-sapi tersebut sehat, gemuk, dan memuaskan bagi konsumen.
 
Tak hanya fokus pada pengembangan peternakan, KH Anwar Nasihin juga memperhatikan aksesibilitas harga sapi di peternakannya. 


"Dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat umum, terutama oleh panitia qurban yang mengumpulkan dana dari 7 orang peserta qurban, mulai dari harga 19 juta hingga 24 juta rupiah, Linggar Keramat menunjukkan komitmennya untuk memberikan manfaat yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat," terang Kyai Anwar.
 
KH Anwar Nasihin juga menegaskan bahwa kebijakan harga yang terjangkau bertujuan untuk memastikan bahwa sapi-sapi yang diproduksi dapat dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat. 


Beliau mengajak semua pihak untuk membeli sapi di peternakan Linggar Keramat dengan keyakinan bahwa sapi-sapi tersebut tidak hanya sehat dan gemuk, tetapi juga mendatangkan berkah bagi pembelinya. 


"Selain mendapatkan pahala dari ibadah qurban, membeli sapi di peternakan ini juga diharapkan dapat memberikan tambahan pahala lainnya," terangnya.


"Hasil dari penjualan sapi-sapi tersebut akan disalurkan untuk pembangunan pondok pesantren, sehingga setiap transaksi sapi tidak hanya bermanfaat secara ekonomi tetapi juga bermuara pada amal yang berkelanjutan," ucap KH Anwar menambahkan.
 
Dengan rentang harga sapi Limousin di peternakan Linggar Keramat mulai dari 24 juta hingga 70 juta rupiah, tergantung pada bobot sapi yang berkisar antara 350 kg hingga 950 kg, peternakan ini menawarkan kualitas yang kompetitif dan beragam bagi para calon pembeli.


Melalui upaya ini, KH Anwar Nasihin dan peternakan Linggar Keramat memberikan kontribusi nyata dalam memajukan ekonomi lokal dan memperkuat kesejahteraan masyarakat Purwakarta.


Meneladani Semangat Wirausaha Rosulullah SAW: Inspirasi dalam Usaha Peternakan Sapi
 
Ajengan Anwar Nasihin mengatakan bahwa dirinya memutuskannuntuknmemulainusaha sapi tersebut karena terinspirasi dengan kisah Rasulullah SAW.


"Keputusan untuk memulai usaha peternakan sapi bukan semata-mata karena dorongan materi atau keuntungan semata. Saya terinspirasi oleh teladan luar biasa Rasulullah SAW, seorang wirausahawan ulung yang mampu membentuk ekosistem ekonomi umat Islam yang maju dan mandiri," ucap Ajengan Anwar.


Rasulullah SAW kata Ajengan Anwar tidak hanya berhasil secara ekonomi, tetapi juga mampu membangun fondasi yang kokoh bagi kesejahteraan umatnya.
 

Salah satu aspek menarik dalam ajaran agama Islam adalah konsep zakat. Mengapa Rasulullah SAW, meskipun kaya dan sukses secara ekonomi, tidak menerima zakat? Hal ini menunjukkan bahwa kekayaan dan kemakmuran yang beliau miliki tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, tetapi digunakan untuk kebaikan umat dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
 

Sebagai umat Islam tambah beliau, kita memiliki tanggung jawab untuk meneladani semangat dan usaha wirausaha Rasulullah SAW. 


Para kyai, yang disebut sebagai warisatul Anbia (pewaris para nabi), memiliki tanggung jawab besar untuk mewarisi sifat-sifat wirausaha yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW. 


Dengan mengikuti jejak beliau dalam berwirausaha, kita dapat memperkuat ekonomi umat dan memberikan kontribusi positif
bagi masyarakat sekitar.
 

Dengan semangat dan keteladanan dari Rasulullah SAW sebagai contoh utama, kita diharapkan dapat mengembangkan usaha peternakan sapi dengan penuh keikhlasan, integritas, dan keberkahan. 


Usaha ini bukan hanya tentang mencari keuntungan materi, tetapi juga tentang memberikan manfaat yang luas bagi umat dan memperkuat fondasi ekonomi yang berkelanjutan. 


Melalui usaha yang dilandasi oleh nilai-nilai Islam dan semangat wirausaha yang tinggi, kita dapat mencapai kesuksesan yang sejati dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.


Purwakarta Terbaru