• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 27 Mei 2024

Nasional

Respons Kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia, PBNU: Mari Kita Sambut Gembira

Respons Kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia, PBNU: Mari Kita Sambut Gembira
Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. (Foto: Tangkapan layar TVNU)
Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. (Foto: Tangkapan layar TVNU)

Bandung, NU Online Jabar
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya merespons kedatangan Paus Fransiskus yang direncanakan akan berkunjung ke Indonesia pada September 2024 mendatang.


Gus Yahya mengatakan, pihaknya bersama-sama dengan masyarakat Indonesia akan menyambut kedatangan Paus Fransiskus dengan gembira dan bangga, khususnya bagi umat Katolik yang ada di Indonesia.


“PBNU bersama seluruh masyarakat Indonesia ikut menyambut gembira dan bangga dengan kehadiran Puas Fransiskus ke Indonesia. Kami mengucapkan selamat kepada umat Katolik di Indonesia seluruhnya atas kunjungan Paus ini,” kata Gus Yahya dalam jumpa pers di Gedung PBNU, Jakarta pada Kamis (18/4/2024).


Gus Yahya mengungkapkan bahwa rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia merupakan wacana yang sudah dibicarakan cukup lama. Ia mengaku mendapat kabar tersebut ketika dirinya berkunjung ke Vatikan pada tahun 2018 lalu.


“Saya sudah mendengar kabar itu dari teman-teman di Vatikan. Tapi rupanya pada waktu itu tertunda karena Covid. Alhamdulillah sekarang tampaknya terkonfirmasi dan juga terjadwal bahwa Paus akan berkunjung ke Indonesia,” ungkapnya.


Gus Yahya juga mengungkapkan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) beberapa waktu terakhir terlibat dalam kerja sama langsung untuk agenda-agenda bersama seperti Abrahamic Faiths Initiative (forum inisiatif agama-agama Ibrahim) yang melibatkan kalangan Muslim, Kristen dan Yahudi yang sudah berlangsung sejak 2018 hingga sekarang.


Oleh karena itu, lanjutnya, jaringan pimpinan Vatikan juga turut aktif terlibat dalam inisiatif yang dilakukan oleh NU dimulai dengan Konferensi global R20 tahun 2022 lalu yang atas kesepakatan bersama dijadikan sebagai gerakan global yang sekarang menjadi R20 Global Movement.


"Saya kira kehadiran Paus ke Indonesia nanti mudah-mudahan bisa jadi kesempatan untuk mempererat komunikasi lingkungan antara NU dengan Vatikan, bukan hanya demi harmoni kehidupan antara umat beragama di Indonesia saja, tetapi juga upaya-upaya bersama untuk kemanusiaan secara global," tutupnya.


Nasional Terbaru