• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Minggu, 23 Juni 2024

Nasional

PBNU Gelar Peringatan Harlah ke-101 NU Bersamaan dengan Konbes pada Akhir Januari di Yogyakarta

PBNU Gelar Peringatan Harlah ke-101 NU Bersamaan dengan Konbes pada Akhir Januari di Yogyakarta
Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU di kantor PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2024) hari ini. (Foto: NU Online)
Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU di kantor PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2024) hari ini. (Foto: NU Online)

Bandung, NU Online Jabar
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengumumkan agenda peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-101 NU pada akhir Januari 2024, yang akan difokuskan di Yogyakarta.


Peringatan Harlah ke-101 NU versi hijirah akan diselenggarakan pada tanggal 16 Rajab 1445 H atau 28 Januari 2024, yang berdekatan dengan Harlah ke-98 NU versi masehi pada tanggal 31 Januari 2024. Rangkaian acara Harlah ini akan dimulai sejak 29 Januari 2024 dengan Halaqah Nasional dan Konferensi Besar (Konbes).


Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU di kantor PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Rabu (10/1/2024).


"Kita akan memperingati harlah ke-101 menurut kalender hijriah atau ke-98 menurut masehi yang kebetulan antara kalender masehi dan hijriahnya itu berdekatan. Tanggal 16 Rajab, tanggal lahir NU menurut kalender hijriah itu tanggal 28 Januari, sedangkan peringatan harlah menurut kalender masehi itu kan 31 Januari," terang Wakil Ketua Umum PBNU, H Amin Said Husni seperti yang dikutip NU Online.


Amin Said menyampaikan bahwa tema Harlah Ke-101 NU ini adalah 'Memacu Kinerja, Mengawal Kemenangan Indonesia'. "Filosofi tema ini adalah bahwa momentum peringatan harlah ke-101 ini harus dimanfaatkan untuk memacu kinerja jam’iyah (keorganisasian)," ungkapnya.


Rangkaian kegiatan Harlah akan difokuskan di Yogyakarta, dimulai sejak Senin, 29 Januari 2024, dengan Halaqah Nasional tentang Strategi Peradaban Nahdlatul Ulama, yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Krapyak KH Ali Maksum.


Kemudian, pada Selasa, 30 Januari 2024, Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama juga akan diadakan di lokasi yang sama, Pondok Pesantren Krapyak.


"Dua kegiatan ini akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Krapyak. Jadi, Halaqah dan Konbes itu tempat pelaksanaannya di Pondok Pesantren Krapyak di Yogyakarta," tandasnya.


Amin Said yang juga Ketua Steering Committee Harlah ke-101 NU itu menyampaikan, partisipan dalam Halaqah Nasional dan Konbes NU melibatkan seluruh utusan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia, baik jajaran syuriyah maupun tanfidziyah, serta dihadiri oleh undangan dari ulama dan tokoh masyarakat dengan total peserta diperkirakan mencapai 500 orang. 


Ia menuturkan bahwa jajaran panitia saat ini tengah mempersiapkan segala sesuatu, termasuk rancangan peraturan-peraturan perkumpulan (Perkum) yang akan dibahas dalam Konbes. Adapun rancangan Perkum mencakup bahstul masail, sistem pendidikan Nahdlatul Ulama, serta penyelenggaraan rumah sakit dan klinik Nahdlatul Ulama.  


Pada kesempatan tersebut, lanjut Amin Said, juga akan dibahas penyempurnaan atau revisi beberapa Perkum yang sudah ada agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan terkini Perkumpulan Nahdlatul Ulama. 


"Tim ini akan mempersiapkan segala sesuatunya antara lain rancangan mengenai peraturan-peraturan perkumpulan atau Perkum yang akan dibahas di Konbes nanti," ujarnya.  


Sementara itu, ia menyebut bahwa puncak Harlah ke-101 NU akan diselenggarakan pada 31 Januari 2024 di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta. Ia menambahkan, acara tersebut juga akan menjadi momentum peresmian gedung baru UNU Yogyakarta. 


"Puncak peringatan harlah tahun 2024 ini dilaksanakan di kampus Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, peresmian gedung kampus UNU Yogyakarta oleh Presiden Jokowi, sekaligus peletakan batu pertama kampus baru UNU Yogyakarta yang merupakan kembaran dari kampus yang sudah ada dan merupakan bantuan dari Yang Mulia Muhammad Bin Zayed (MBZ) dari UEA," jelas Amin Said. 
 


Nasional Terbaru