• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Rabu, 24 April 2024

Nasional

KOLOM KH ZAKKY MUBARAK

Mustasyar PBNU Ungkap Peran Shalat dalam Membentuk Perilaku

Mustasyar PBNU Ungkap Peran Shalat dalam Membentuk Perilaku
(Ilustrasi: NU Online).
(Ilustrasi: NU Online).

Jakarta, NU Online Jabar
Salah seorang Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zakky Mubarak mengungkapkan kisah mengenai seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang menanyakan mengenai apa itu islam. Kemudian, nabi menjawab bahwa salah satu bentuk wujud islam adalah melaksanakan atau menegakkan shalat.


Hal tersebut diungkap melalui video yang diunggah melalui akun media sosial Facebook resmi miliknya, Zakky Mubarak Syamrakh, Selasa (20/2/2024).


"Menegakkan shalat ini merupakan bagian dari ibadah yang sangat penting, karena dari situlah seorang akan terbentuk sikap mentalnya, terbentuk akhlaknya dan lain-lain. Kenapa? karena sesungguhnya shalat itu dapat mencegah seseorang musholi atau orang yang shalat dari perbuatan yang keji dan mungkar," jelasnya.


Kiai Zakky menyebutkan bahwa dari hal tersebut bisa terlihat apakah shalat seseorang tersebut sudah baik atau belum. Ia menilai, yang bisa mengetahuinya diri sendiri bukan orang lain.


"Kalau ternyata kita perilakunya sudah baik, sistem ekonomi yang kita lakukan sudah baik, semua baik sesuai anjuran islam, berarti kita shalatnya sudah baik," tuturnya.


Sebaliknya, sambung Kiai yang merupakan salah seorang Dosen senior di Universitas Indonesia (UI) tersebut, kalau ternyata perilaku kita belum baik seperti sering menyakiti orang lain, mendzolimi orang lain, menghina orang lain, atau perbuatan tercela yang dilakukan menunjukkan shalatnya sangat tidak baik. Menurutnya, shalatnya bisa dikatakan nol besar.


"Maka, diperingatkan ada orang-orang yang shalat sesungguhnya mereka tidak shalat, karena apa tadi? ia shalat tapi yang masih dilakukan perbuatan keji dan munkar," paparnya.


"kita harus bisa meninggalkan perbuatan keji dan munkar," pungkas Kiai asal Cirebon tersebut.


Nasional Terbaru