Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Kiai Zakky Ungkap Syarat Manusia yang Paling Banyak Manfaatnya

Kiai Zakky Ungkap Syarat Manusia yang Paling Banyak Manfaatnya
Mustasyar PBNU, KH Zakky Mubarak. (Foto: Ss Video FB Zakky Mubarak Syamrakh).
Mustasyar PBNU, KH Zakky Mubarak. (Foto: Ss Video FB Zakky Mubarak Syamrakh).

Jakarta, NU Online Jabar
Salah seorang Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Zakky Mubarak mengungkapkan, syarat untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat adalah dengan mempunyai niat dan kemauan. Menurutnya, betapa banyak yang bisa dirasakan saat kita memberikan manfaat kepada orang lain.

 

"Kita berhutang kepada masyarakat dari kebaikan-kebaikan mereka, maka kitapun harus berbuat baik untuk masyarakat," ungkapnya melalui video yang diunggah di FB Zakky Mubarak Syamrakh, Kamis (20/1).

 

Dengan demikian, lanjut Zakky, hal tersebut menjadi seimbang. Ia menjelaskan, kita bisa saling take and give, tidak hanya mengambil terus tapi kita juga memberikan kepada masyarakat.

 

Dalam kesempatan yang sama, Ia mengutip salah satu Hadits Nabi Muhammad SAW:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

 

Artinya: "Manusia yang paling baik adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain,"

 

Kiai Zakky menuturkan, manfaat kita tergantung kemampuan kita. Jika kita berbuat sesuatu sekecil apapun untuk masyarakat itu berarti.

 

"Misalnya kita sekedar menunjukkan pada seseorang yang masih belum punya pekerjaan ditempat yang baik, itu akan dikenang oleh orang tersebut selama-lamanya termasuk anak-anaknya akan ikut berdoa: Nak, dulu ayah bekerja disini. sekarang ini alhamdulillah mendapatkan rezeki yang layak, kedudukan yang layak, adalah ditunjukkan oleh si A. Itu dikenang bertahun-tahun dalam diri oleh orang itu, demikian juga anak-anaknya," tuturnya.

 

Begitupun sebaliknya, sambungnya, apabila kita berbuat baik kepada seseorang meskipun kita tidak mengharapkan kebaikan dari orang itu, kita mengharapkannya dari Allah, tapi dengan sendirinya orang itu juga akan berterima kasih kepada kita.

 

"Dengan terima kasih ini biasanya mereka menyampaikannya dengan rasa simpatik dan cerita kepada orang lain dan dia akan berdoa untuk kebaikan kita," tandasnya.

 

Pewarta: Muhammad Rizqy Fauzi​​​​​​​

Terkait

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×