Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Kasus Covid-19 Membaik, MUI Ingatkan Shalat Berjamaah Kembali Dirapatkan

Kasus Covid-19 Membaik, MUI Ingatkan Shalat Berjamaah Kembali Dirapatkan
(Ilustrasi: NUO).
(Ilustrasi: NUO).

Jakarta, NU Online Jabar
Pandemi Covid-19 di Indonesia trendnya mulai membaik, kasusnya menurun, setelah kembali meningkat akibat munculnya varian baru yaitu Omicron. Terkendalinya kasus Covid-19 Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan shalat jamaah dapat kembali dilaksanakan dengan merapatkan barisan. 


Hal tersebut termaktub dalam Bayan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia tentang Fatwa MUI terkait Pelaksanaan Ibadah dalam Masa Pandemi Nomor: Kep-28/DP-MUI/III/2022 yang ditandatangani oleh Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh dan Sekretaris Jenderal MUI H Amirsyah Tambunan pada Kamis (10/3/2022). 


"Dengan demikian, pelaksanaan shalat jamaah dilaksanakan dengan kembali ke hukum asal (‘azimah), yaitu dengan merapatkan dan meluruskan saf (barisan)," demikian bunyi bayan tersebut sebagaimana diberitakan NU Online.


Sebab, lanjut bunyi bayan itu, meluruskan dan merapatkan saf (barisan) pada shalat berjamaah merupakan keutamaan dan kesempurnaan berjamaah. 


Kebolehan merenggangkan saf, sebagaimana diatur dalam diktum fatwa tersebut merupakan rukhshah (dispensasi) karena ada hajah syar’iyyah. "Hukum asal tata cara pelaksanaan shalat jamaah itu dilaksanakan dengan merapatkan shaf," lanjut bunyi itu.


Hal ini mengingat perkembangan kondisi terakhir Covid-19 yang sudah cukup terkendali sehingga MUI menilai berdasarkan kebijakan Pemerintah, status hajah syar'iyyah yang menyebabkan adanya rukhshah sudah hilang. 


Sebelumnya, MUI memfatwakan bahwa jamaah perlu menjaga jarak dalam rangka pencegahan penularan Covid-19. Hal itu tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 31 Tahun 2020, pada diktum A.3. 


“Untuk mencegah penularan wabah Covid-19, penerapan physical distancing saat shalat jamaah dengan cara merenggangkan saf hukumnya boleh, shalatnya sah dan tidak kehilangan keutamaan berjamaah karena kondisi tersebut sebagai hajah syar’iyyah,” demikian bunyi diktum pada fatwa tersebut.


Melalui bayan itu juga, MUI mengimbau agar umat Islam dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah swt.


"Dengan memperbanyak ibadah, taubat, istighfar, zikir, memperbanyak shalawat, sedekah, serta senantiasa berdoa kepada Allah swt agar diberikan perlindungan dan keselamatan dari musibah dan marabahaya (daf’u al-bala’), khususnya dari wabah Covid-19," lanjut bunyi bayan tersebut. 


MUI juga mengimbau agar umat Islam diharapkan menyiapkan diri lahir dan batin dengan menjalankan berbagai syiar keagamaan dalam menyambut bulan Ramadhan. 


"Pengajian dan aktifitas keagamaan lain yang biasa dilakukan di Bulan Ramadhan seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qur'an, qiyamul lail, ifthar jamai dapat dilakukan dengan tetap disiplin menjaga kesehatan," lanjut bayan itu.


Editor: Abdul Manap

Terkait

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×