• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Kamis, 30 Mei 2024

Nasional

Berbenah dan Kembangkan Diri, 19 Tahun NU Online Siap Bersaing dengan Media Arus Utama

Berbenah dan Kembangkan Diri, 19 Tahun NU Online Siap Bersaing dengan Media Arus Utama
Berbenah dan Kembangkan Diri, 19 Tahun NU Online Siap Bersaing dengan Media Arus Utama
Berbenah dan Kembangkan Diri, 19 Tahun NU Online Siap Bersaing dengan Media Arus Utama

Jakarta, NU Online Jabar
NU Online adalah Media online atau media dalam jaringan di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) yang dicetuskan dalam Muktamar NU pada tahun 1999 di Kediri, Jawa Timur. Setelah melewati proses panjang website NU Online resmi didirikan dengan domain www.nu.or.id yang diluncurkan pada 11 Juli 2003 di Hotel Borobudhur, Jakarta.


NU Online saat ini telah berusia 19 tahun, tepat pada Senin (11/7/2022). Pemimpin Redaksi NU Online Ivan Aulia Ahsan mengatakan bahwa secara usia media resmi NU ini bisa dibilang cukup senior di antara media-media digital Indonesia yang masih bertahan hingga kini. 


Saat ini, NU Online terus berbenah. Ivan menjelaskan, NU Online tidak berhenti melakukan berbagai pengembangan agar tetap meraih kepercayaan publik. Bahkan, ia optimis NU Online dapat bersaing dengan media-media arus utama mulai tahun depan. Tak hanya itu, NU Online juga terus melakukan perbaikan pada layanan keagamaan yang terdapat dalam NU Online Super App.

 

“Dalam rentang 19 tahun itu, kami terus berupaya mengembangkan diri dari segi kedalaman, kualitas, dan variasi konten. Tiga hal inilah yang kami pertahankan untuk meraih kepercayaan publik,” ungkap Ivan, Senin (11/7/2022). 


Menurut Ivan, posisi NU Online sebagai media pemberitaan berbasis komunitas sekaligus media keislaman saat ini sudah semakin mantap. Berdasarkan data pemeringkatan website hingga tahun lalu, NU Online menjadi salah satu rujukan teratas bagi umat Islam Indonesia. Ia bahkan menyebut bahwa semboyan Beranda Islam Indonesia bukan lagi sekadar jargon. 


“Untuk tahun-tahun berikutnya, kami punya proyeksi agar NU Online tak hanya mengudara sebagai media komunitas, tapi juga bisa bersaing dengan media-media arus utama. Pada usia yang sudah kepala dua mulai tahun depan, transformasi ini adalah prioritas kami,” katanya.

 

Lebih lanjut, Ivan menjelaskan bahwa di ranah aplikasi keislaman, telah dikembangkan NU Online Super App. Aplikasi ini bisa diunduh di Appstore dan Playstore. Tak hanya menyediakan berita, tetapi ada pula fitur-fitur penting sesuai kebutuhan praktis umat Islam dalam menjalankan ubudiyah dan amaliyah.


“Semua itu kami lakukan untuk menyesuaikan diri dengan zaman yang berubah dan tentu saja bagi para pembaca,” pungkasnya.  


Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2000-2010 KH Hasyim Muzadi mengatakan bahwa dengan memanfaatkan sarana teknologi informasi di NU Online, berbagai khazanah NU dan pesantren yang kaya bisa diekspos dan diperkenalkan kembali, agar generasi muda NU, generasi muda Islam, pemuda Indonesia umumnya mengenal tradisinya sendiri. (Abdul Mun’im DZ, Teknologi Sebagai Sarana Pengembangan Teologi dan Ideologi, 2008). 


Dengan demikian, Kiai Hasyim memandang akan terbangun intelektualitas yang berkualitas dan mendalam. Berbagai pemikiran Islam klasik yang masih relevan terus menerus diperkenalkan oleh NU Online, baik melalui pengajian kitab kuning secara online atau pengajian jarak jauh, maupun melalui publikasi lainnya. Kiai Hasyim menyebut NU Online telah menjadi sarana strategis untuk mengenalkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah. 

 

Editor: Abdul Manap


Nasional Terbaru