• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 16 April 2024

Majalengka

Tanggapi Kasus Pondok Pesantren Al Zaytun, Zainut Tauhid Sa'adi: Tunggu Arahan Kemenag

Tanggapi Kasus Pondok Pesantren Al Zaytun, Zainut Tauhid Sa'adi: Tunggu Arahan Kemenag
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'ad (Foto: NU Online)
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'ad (Foto: NU Online)

Majalengka, NU Online Jabar
Dugaan penyimpangan yang menimpa Pondok Pesantren Al Zaytun Indramayu menuai polemik panjang. Berbagai pihak mengomentari terhadap Ponpes yang dipimpin oleh Panji Gumilang tersebut, salah satunya Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jabar yang menegaskan bahwa Ponpes tersebut menyimpang dari ajaran Ahlussunah wal Jamaah


Polemik penyimpangan Ponpes Al Zayitun diantaranya pelaksanaan sholat Idul Fitri yang menyatukan laki-laki dan perempuan, memperbolehkan santrinya berzina, hingga meragukan Al-Quran. Terbaru Panji Gumilang mengaku bahwa dirinya adalah seorang komunis. 


Menanggapi kontroversi itu Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi menyampaikan jangan dulu bertindak menunggu arahan dan intruksi dari Kepala Kementrian Agama. 


"Kalau masalah Ponpesy Al Zaytun Indramayu, nuggu arahan dari Pak Menteri ya,"kata Wamen saat membuka acara Rakernas ke V Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) di Majalengka mewakili Presiden Joko Widodo, di Alun alun Leuwimunding, Sabtu (17/6/23)


Zainut menyatakan bahwa kelahiran Pergunu memiliki misi dan tanggung jawab yang luar biasa untuk mencapai keunggulan kompetitif dalam memberikan pelayanan yang berkontribusi pada bangsa dan intelektualitas.


Pergunu memiliki peran penting dalam mencerahkan kehidupan bangsa, memelihara persatuan, dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. 


"Kita semua harus menghargai dan memuliakan para guru sebagai individu unggul yang ditugaskan untuk berjuang membangun dan mengembangkan potensi siswa agar menjadi individu yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt, berakhlak mulia, berilmu, berbakat, kreatif, kompetitif, berbudaya, dan mencintai tanah air," ujarnya


“Tujuan utamanya adalah menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas, yang dapat meningkatkan martabat dan daya saing bangsa serta membangun peradaban dunia," imbuhnya.


Wamenag berharap Rakernas Pergunu dapat menjawab dan mengatasi semua permasalahan dan tantangan dalam dunia pendidikan.


 “Diharapkan mampu merumuskan hubungan yang tepat antara tuntutan Revolusi Industri 4.0 dan masyarakat 5.0 dengan kepentingan nasional, agama, dan bangsa,” katanya.


"Kami sangat berharap melalui Rakennas Ke V ini Pergunu menjadi ajang untuk saling bertukar pikiran, berdiskusi, dan berbagi pengalaman bagi para guru NU di seluruh Indonesia demi kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat dan bangsa. Sesuai dengan tema kongres, 'Guru Mulia Membangun Peradaban Dunia'," tegas Wamenag.


Hal senada diungkapkan Gubernur Jawa Timur Hj Khofifah Indar Parawansa yang hadir pada acara tersebut. Dia menuturkan, bahwa para guru
memiliki tugas mulia untuk mentransformasikan, menyebarkan, mengembangkan, dan memperluas pengetahuan, kepada anak didiknya.


Ia pun menguraikan, salah satu persoalan yang dihadapi guru adalah kebutuhan jumlah guru antar daerah, antar lembaga, dan antar mata pelajaran yang tidak merata. Disparitas kuantitas dan kualitas menjadi salah satu yang sedang diupayakan dalam rangka penguatan kompetensi.


"Selain itu, di dalam diri seorang guru juga bukan hanya membutuhkan kemuliaan pikiran, sikap, dan perilaku, tapi juga dituntut bisa beradaptasi dengan berbagai percepatan kemajuan zaman," pesan Khofifah dalam sambutannya.


Ketua Umum PP Muslimat NU itu memuji kiprah Pergunu dibawah kepemimpinan Prof KH DR Asep Saifuddin Chalim. Referensinya cukup dalam, implementasi dan aksinya juga cukup luwes dalam membangun manusia Indonesia. 


"Kiai Asep mengajarkan dan mengamalkan prinsip tangan di atas, oleh karena itu setiap ilmu yang kita terima harus kita ajarkan dan amalkan kembali,” tandas Khofifah.


Sementara itu, Ketua Umum Pergunu KH Asep Saefuddin Chalim yang akrab disapa Kiai Asep menyampaikan, saat ini sudah 34 pengurus wilayah Pergunu yang tersebar di seluruh provinisi di Indonesia


Pewarta: Tata Irawan
 


Majalengka Terbaru