• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 27 Februari 2024

Kota Bekasi

Hadiri Penutupan PD-PKPNU Kota Bekasi, Rais Syuriah PWNU Jabar: Nahdliyin Harus Ajeg Pertahankan Empat Pilar Kebangsaan

Hadiri Penutupan PD-PKPNU Kota Bekasi, Rais Syuriah PWNU Jabar: Nahdliyin Harus Ajeg Pertahankan Empat Pilar Kebangsaan
Hadiri Penutupan PD-PKPNU Kota Bekasi, Rais Syuriah PWNU Jabar: Nahdliyin Harus Ajeg Pertahankan Empat Pilar Kebangsaan
Hadiri Penutupan PD-PKPNU Kota Bekasi, Rais Syuriah PWNU Jabar: Nahdliyin Harus Ajeg Pertahankan Empat Pilar Kebangsaan

Bekasi, NU Online Jabar
Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Abun Bunyamin berpesan kepada seluruh peserta Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) kota Bekasi saat nanti sudah lulus dan dibaiat agar tetap mempertahankan empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan penutupan PD-PKPNU yang bertempat di Asrama Haji Embarkasi, kota Bekasi, Ahad (25/12).


“Warga Nahdliyin harus konsisten dengan 4 pilar itu, dalam bahasa Arabnya konsisten Itu adalah Fasbutu, ajeg, tidak luar leor, tidak kiri-kanan tapi berada di situ mau pahit manis kita tetap bersama Pancasila, Undang-Undang Dasar 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Ini adalah kapasitas kita sebagai sebagai warga Negara Republik Indonesia.” tegas kiai Abun.


Kiai Abun berpesan agar Kader Penggerak NU harus banyak mengingat Allah Swt dengan cara memperbanyak membaca Al-Quran, shalawat, istighfar dan dzikir seperti tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan yang lainnya.


“Kita harus bersatu, taat kepada Allah taat kepada Rasul dan tidak bercerai-berai, nanti akan ada musuh datang kita lemah dan tidak akan bisa untuk mempertahankan identitas kita lagi. Oleh karena itu, tadi disebutkan Wa'tasimu bihablillahi jami'a.” jelasnya.


Kiai yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta tersebut juga mengungkapkan, bagi seorang kader yang ingin jujur, lurus, benar di NU pasti bakal ada tantangan, ujian dan cobaan.


Maka, sambungnya, resepnya adalah sabar. Maksudnya adalah kita tidak mengeluh, hadapi problem dan atasi segala masalah yang ada.


“Mengeluh itu adalah pekerjaan anak kecil, kalau sudah dilantik apalagi nanti dibaiat harus kuat dan mantap.” tambah kiai Abun.


Kiai Abun juga mengingatkan agar Kader NU tidak boleh takabur atau sombong, karena orang yang sombong akan dilemahkan dan dihinakan oleh Allah Swt seperti hal nya Fir’aun. Apalagi sebagai warga Nahdliyin kita harus menunjukkan sikap tawadhu terlebih kepada guru, orang tua dan senior.


Menurutnya, saat mengurus NU jadilah seperti Khalid bin Walid walaupun tidak lagi menjadi panglima perang tapi dia terus berjuang demi agama (Allah Swt) bukan demi Umar. Dengan contoh tersebut, Kiai Abun juga menginginkan agar kader NU ikhlas dan tidak riya. Maksudnya adalah ketika dipuiji dihina tetap istiqomah mengurus NU, baik saat menjadi pengurus ataupun sudah tidak.


“Nanti kalau sudah dilantik dibaiat, maka jadilah kalian sebagai warga nahdliyin yang pengkuh, yang kuat, yang istiqomah.” pungkas kiai Abun.


Pewarta: Taufik Hidayat
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi


Kota Bekasi Terbaru