Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Jabar Tempati Urutan Pertama Penerima Vaksinasi Nasional

Jabar Tempati Urutan Pertama Penerima Vaksinasi Nasional
Jabar Tempati Urutan Pertama Penerima Vaksinasi Nasional. (Foto: NU Online Jabar)
Jabar Tempati Urutan Pertama Penerima Vaksinasi Nasional. (Foto: NU Online Jabar)

Bandung, NU Online Jabar


Berdasarkan update Dinas Kesehatan (Dinkes) menyebutkan sebanyak 204.195.695 jiwa (87,02 persen) telah divaksinasi dengan dosis pertama. Kemudian, 175.016.065 penduduk (74,58 persen) menerima dosis kedua, 69.216.929 (29,50 persen) penduduk menerima dosis ketiga, dan 1.235.689 penduduk (5,37 persen) menerima dosis keempat.


Kementerian Kesehatan mengumumkan jumlah penerima suntikan booster di Indonesia mencapai 69,2 juta dosis pada Minggu, 22 Januari 2023. Angka tersebut merupakan 29,49 persen dari target nasional vaksinasi Covid-19.


Menurut Kemenkes, percepatan konsumsi harian Covid-19 sejalan dengan data tersebut. Secara nasional, 7.517 dosis tercapai. Target nasional vaksinasi Covid-19 ditemukan sebanyak 234,66 juta dosis.


Jawa Barat menerima jumlah vaksinasi ulang tertinggi per-provinsi di Tanah Air. Jumlah totalnya adalah 15,72 juta dosis. Jawa Timur menyusul dengan tak kurang dari 9,35 juta dosis.


Masyarakat yang berusia 18 tahun ke atas di Jawa Barat dapat menerima vaksin penguat Covid-19 dosis kedua atau keempat di Puskesmas atau tempat pelayanan vaksinasi Covid-19. Hal ini bertujuan untuk mempercepat vaksinasi sekaligus meningkatkan perlindungan masyarakat di Indonesia khususnya Jawa Barat terhadap Covid-19.


Direktur Jaringan NU Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta, Makky Zamzami mengumumkan vaksin booster tahap kedua atau keempat yang akan diterapkan pemerintah berlangsung mulai Selasa 24 Januari 2023 atau hari ini.


Beliau mengungkapkan vaksinasi keempat ini bertujuan untuk meningkatkan perlindungan terhadap vaksin Covid-19 yang sudah hampir melemah. “Sebenarnya penambahan proteksi pada vaksin-vaksin sebelumnya bukanlah hal yang baru,” ujar Makky, Senin (23/1/2023) dikutip NU Online.


Pemprov Jabar terus menggencarkan vaksinasi booster Covid-19 karena hasilnya masih terbatas. Data Dinas Kesehatan Jabar menunjukkan cakupan vaksinasi 45 persen. Cakupan vaksinasi tahap pertama sebesar 86 persen dan cakupan vaksinasi kedua sebesar 74 persen. “Vaksin ketiga tidak memenuhi tujuan vaksinasi yang cukup lama,” ujar Makky Zamzami.


Ia juga menjelaskan, perlindungan vaksin akan lebih efektif jika berasal dari satu merek atau jenis vaksin saja. Misal dosis vaksin pertama Astra Zeneca, suntikan kedua harus merk yang sama.


Pewarta: Hasemi (magang)
Editor: Agung Gumelar

Kota Bandung Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×