• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Minggu, 23 Juni 2024

Karawang

Tutup Sanlat Ma'arif NU, Rais Syuriah PCNU Karawang Ingatkan Keutamaan Belajar di Bulan Ramadhan

Tutup Sanlat Ma'arif NU, Rais Syuriah PCNU Karawang Ingatkan Keutamaan Belajar di Bulan Ramadhan
Rais Syuriyah PCNU Karawang saat memberi taushiyah dalam acara penutupan Pesantren Kilat (Sanlat) LP Ma'arif NU Karawang, Senin (25/3/24)
Rais Syuriyah PCNU Karawang saat memberi taushiyah dalam acara penutupan Pesantren Kilat (Sanlat) LP Ma'arif NU Karawang, Senin (25/3/24)

Karawang, NU Online Jabar
Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karawang KH Zubair Wasit mengingatkan santri dan warga nahdliyin akan keutamaan belajar di bulan Ramadhan. Pesan tersebut disampaikan pada acara penutupan Pesantren Kilat (Sanlat) di sekolah Maarif NU Komplek Ciselang, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jumat (22/03).


"Barangsiapa yang datang ke tempat pengajian di bulan Ramadhan, maka Allah akan menulis setiap langkahnya sama dengan ibadah sunah satu tahun," ungkap kiai Zubair dalam tausiyahnya.


Kiai Zubair menekankan bahwa kegiatan belajar tidak seharusnya hanya dilakukan di bulan Ramadhan, melainkan juga harus ditingkatkan pada bulan-bulan lainnya.


Dalam kesempatan yang sama, Ketua LP Ma’arif NU Karawang, Heru Saleh, mengungkapkan tema Sanlat kali ini adalah "Menebar Cahaya Ramadhan dengan Ilmu dan Amal."
 

"Kami menitipkan tiga prinsip kepada para peserta untuk senantiasa belajar dari kehidupan, berusaha untuk masa depan, dan berdoa kepada yang Maha Menentukan, yaitu Allah Swt," tambahnya.
 

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Karawang, Deden Permana, menekankan bahwa puasa merupakan ibadah spesial dengan efek yang luar biasa.
 

“Puasa bukan untuk siapapun, Allah Swt sendiri yang akan memberi ganjaran kepada orang yang berpuasa itu,” ujar Kang Deden.
 

Ia juga menambahkan bahwa puasa merupakan bentuk empati kepada sesama. “Hikmah puasa agar kita menjadi faham dan merasakan bagaimana saudara kita, fakir miskin yang menahan lapar dan haus sepanjang hari,” tutupnya.


Penutupan Pesantren Kilat MTs dan MA Ma’arif NU Kabupaten Karawang dihadiri oleh Rais Syuriah, Ketua dan Pengurus PCNU Kabupaten Karawang, Muwaqif tanah Lembaga Pendidikan NU Kabupaten Karawang, Pengurus dan Pengelola LP Ma’arif NU, serta Rektor bersama para Dosen Universitas Pertiwi.


Pewarta: Saanan
 


Karawang Terbaru