Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

LDNU Kota Bogor Hidupkan Tradisi Lailatul Ijtima' dengan Muthola’ah Kitab Kuning

LDNU Kota Bogor Hidupkan Tradisi Lailatul Ijtima' dengan Muthola’ah Kitab Kuning
LDNU Kota Bogor Hidupkan Tradisi Lailatul Ijtima' dengan Muthola’ah Kitab Kuning. (Foto: NUJO/Abdul Mun'im)
LDNU Kota Bogor Hidupkan Tradisi Lailatul Ijtima' dengan Muthola’ah Kitab Kuning. (Foto: NUJO/Abdul Mun'im)

Bogor, NU Online Jabar 
Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PC LDNU) Kota Bogor menghidupkan tradisi Lailatul Ijtima' melalui muthola’ah bersama kitab Mukhtashar Ihya Ulumuddin (مختصر إحياء علوم الدين) karya dari al-Imam Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazzali ath-Thusi, As-Syafi’iy al ‘Asy’ariy (450 H-505H) di Majelis Raudhatul Jannah, Menteng, Bogor Barat, Kota Bogor, Senin (26/06/2022). 

 

Wakil Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Bogor, ustadz Muhammad Romli menyampaikan, tradisi lailatul ijtima’ merupakan salah satu media sekaligus sarana untuk mengkaji ilmu dan bertukar pikiran bagi Nahdliyin terutama mereka yang berada di struktur. 

 

Terlebih, lanjutnya, LDNU sebagai ujung tombak Dakwah NU di masyarakat harus memiliki kapasitas keilmuan yang mumpuni dan menguasai kitab-kitab klasik warisan ulama-ulama NU.

 

“Tradisi masyayikh kita yang sudah mengakar di Jamiyyah Nahdlatul Ulama ini hendaknya terus kita hidupkan di Kota Bogor yang tentunya banyak manfaat yang didapati, terlebih dengan kajian kitab turots dari kibarul Ulama al-Imam Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhamad al-Ghazzali,” tutur Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan IAI-N Laa Roiba Bogor itu. 

 

Ustadz Romli menjelaskan kitab Mukhtashar Ihya Ulumuddin (مختصر إحياء علوم الدين) ini merupakan ringkasan dari kitab Ihya Ulumuddin, sebuah karya agama yang dianggap sebagai sebuah ensiklopedia yang menggabungkan tiga asas agama yaitu bidang akidah, ibadah (syariat) dan akhlak (tasawuf).

 

"Menjadi kebutuhan untuk kita semua sebagai warga Nahdliyin terutama yang sudah berada di struktur kepengurusan PC LDNU ini mengambil keberkahan ilmu dari kitab mukhtashar Ihya Ulumuddin (مختصر إحياء علوم الدين), sebagaimana sudah lazim bahwa NU mengedepankan dakwah yang ramah, penuh kasih, seperti halnya para Wali Songo dengan dakwahnya mengislamkan Nusantara," jelasnya.

 

Ketua LDNU Kota Bogor ustadz Cecep Jamaludin menuturkan, lailatul ijtima' bermakna berkumpul di malam hari yang hal ini untuk saling bertemu, mengambil manfaat, dan meraih keberkahan. Ia berharap, dengan adanya kegiatan ini semua mendapat keberkahan dan rida Allah Swt serta doa para masyayikh Nahdlatul Ulama. 

 

"Semoga dengan menghidupkan tradisi Lailatul Ijtima' kita semua dapat keberkahan hidup dan yang tidak kalah pentingnya adalah ridho serta doa para masyayaikh NU untuk selalu istiqomah berada di jalan dakwah Aswaja an-Nahdliyah di Kota Bogor ini," pungkasnya. 

 

Sebagai informasi, kegiatan ini akan terus diselenggarakan sebulan sekali secara bergiliran.

 

Pewarta: Abdul Mun'im Hasan
Editor: Agung Gumelar

Terkait

terpopuler

rekomendasi

topik

×