• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 26 Februari 2024

Hikmah

Saling Menasihati dalam Tiga Hal

Saling Menasihati dalam Tiga Hal
Saling Menasihati Dalam Tiga Hal. (Foto: NUO)
Saling Menasihati Dalam Tiga Hal. (Foto: NUO)

Nasehat, nasihat, dalam Bahasa Indonesia adalah kata serapan dari Bahasa Arab, yakni al-nashihah (النصيحة ), berasal dari kata al-nushhu (النصح) yang berarti al-khulush (الخلوص), kemurnian. Sedangkan pengertian nasehat dalam istilah agama adalah:


دعوة الغير للخير لدرء مفسدة وجلب مصلحة وهي نوع من التعاون باللسان


"Mengajak orang lain kepada kebajikan untuk menghindari kerusakan dan meraih kemaslahatan. Nasehat itu semacam saling tolong menolong dengan lisan".


Nasehat adalah faktor yang amat penting dan sangat kita butuhkan. Lebih-lebih di tengah kehidupan sosial yang begitu rawan penyimpangan terhadap segala norma, etika, dan aturan. Tiada penyembuh yang mujarab untuk mencapai kehidupan bersama yang harmonis, aman, tenteram, dan sejahtera kecuali dengan nasehat yang tulus dan sebenar-benarnya. Yakni suatu nasehat untuk perbaikan masyarakat dan menghindarkan dari segala yang merusak mereka.


Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya menerima riwayat dari Tamim al-Dariy, bahwa Nabi saw. bersabda, 


الدين النصيحة، قلنا لمن؟ قال: لله ولكتابه ولرسوله لأئمة المسلمين وعامتهم (أخرجه مسلم في صحيحه :  ٧٤/١ )


"Agama itu nasehat. Kami bertanya, "Untuk siapa?" Nabi saw. menjawab, "Untuk Allah, untuk Kitab-Nya, untuk utusan-Nya, untuk para pemimpin kaum Muslim, dan untuk kalangan awam mereka." (HR. Muslim)


Ibn al-Atsir dalam karyanya, al-Nihayah fi Gharib al-Atsar, menjelaskan maksud sabda Nabi saw. di atas sebagai berikut,


ومعنى نصيحة الله : صحة الإعتقاد في وحدانيته وإخلاص النية في عبادته، والنصيحة لكتاب الله : هو التصديق به والعمل بما فيه، و نصيحة رسوله : التصديق بنبوته ورسالته والإنقياد لما أمر به ونهى عنه، ونصيحة الأئمة : أن يطيعهم في الحق ولا يرى الخروج عليهم إذا جاروا، ونصيحة عامة المسلمين : إرشادهم إلى مصالحهم ( النهاية في غريب الأثر ١٤٢/٥ )


"Adapun makna nasehat untuk Allah adalah meyakini dengan sebenarnya akan ke-Esa-an Allah, dan memurnikan niat dalam beribadah kepada-Nya. Nasehat untuk Kitab Allah adalah mempercayai kebenarannya dan mengamalkan isinya. Nasehat bagi rasul-Nya adalah membenarkan kenabiannya, meyakini risalahnya, berpegang teguh terhadap apa saja yang diperintahkannya dan apa saja yang dilarangnya. Nasehat untuk para pemimpin adalah menaati mereka dalam perkara yang benar dan tidak melakukan pemberontakan terhadap mereka (pemerintah) bila mereka bersikap zalim. Sedangkan nasehat untuk umumnya kaum Muslim adalah memberikan petunjuk kepada mereka untuk meraih berbagai kemaslahatan mereka."  


"Agama itu nasehat" adalah sebuah ikatan yang menjelaskan bahwa agama Islam bisa tegak berdiri hanya bila nasehat dijadikan sebagai pondasinya. Allah telah mengutus para nabi dan rasul untuk menyeru semua manusia agar beribadah kepada Allah semata dan membersihkan kehidupan sosial mereka dari apa saja yang menafikan ketauhidan yang murni dan menentang kesempurnaan iman. Karena nasehat pada hakikatnya adalah berbuat baik kepada orang yang kita nasehati dengan menampilkan gambaran kasih sayang dan kelemah-lembutan kepadanya. Nasehat itu semata-mata menggambarkan kemurnian kasih sayang dan puncak kelembutan. Sedangkan tujuan dari pemberi nasehat hanyalah karena (pahala dari) Allah, ridla-Nya, dan bersikap baik kepada ciptaan-Nya.


Oleh karena itu, seorang pemberi nasehat ialah yang bersikap luar biasa lemah lembut dalam menyampaikan nasehatnya itu. Pemberi nasehat yang sesungguhnya bukanlah mereka yang suka mempermalukan seseorang, tidak menghinakannya, tidak mencaci maki, tidak pula mengobarkan rasa permusuhan apabila seseorang masih enggan menerima nasehatnya, dan bahkan ia masih berkenan mendoakan kebaikan tanpa sepengetahuan orang yang menolak nasehatnya.


Saya yakin, bahwa situasi kehidupan masyarakat kita akan lebih cepat membaik dan lebih berkualitas jika suasana saling menasehati setidaknya dalam tiga hal ini bisa terwujud, yakni saling menasehati untuk bersikap benar (tawashau bi al-haqqi), saling menasehati agar bersikap sabar (tawashau bi al-shabri), dan saling menasehati agar menebarkan rasa kasih sayang (tawashau bi al-marhamah).


Ahmad Ishomuddin, Rais Syuriyah PBNU 2010-2021


Hikmah Terbaru