Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Pesantren Al-Munawwaroh Ciloa Gelar Pelatihan Media untuk Para Santri

Pesantren Al-Munawwaroh Ciloa Gelar Pelatihan Media untuk Para Santri
Kegiatan pelatihan media untuk para santri di Pondok Pesantren Al-Munawaroh Ciloa, Limbangan, Garut. (Foto: NU Online Jabar/Rokib)
Kegiatan pelatihan media untuk para santri di Pondok Pesantren Al-Munawaroh Ciloa, Limbangan, Garut. (Foto: NU Online Jabar/Rokib)

Garut, NU Online Jabar
Pondok Pesantren Al-Munawwaroh Ciloa di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut menyelenggarakan Pelatihan Media untuk Para Santri. Kegiatan ini akan berlangsung mulai tanggal 12-18 September 2022 secara daring dan luring. 


Sebelumnya, Pondok Pesantre Al-Munawaroh Ciloa telah menyelenggarakan pelatihan tingkat pemula yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Santri.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwaroh Ciloa sekaligus inisiator kegiatan Ziyad Ahmad mengatakan Pelatihan Media Lanjutan ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) para santri.

 

"Kegiatan ini harus terus kita kembagkan karena mungkin tidak ada di pesantren lain pendidikan non formal seperti pelatihan ini. Adapun out putnya adalah dalam rangka mengembangkan SDM santri Ciloa supaya lebih maju, berkualitas, dan berdaya saing," kata Ziyad, Senin (12/9/22). 

 

Ketua Himpunan Pengusahan Nahdliyin (HPN) Kabupaten Garut ini menyampaikan bahwa di tengah situasi perang, resesi ekonomi dunia, hingga fenomena degradasi moral yang muncul di tengah masyarakat yang bekembang membuat semuanya bertanya-tanya.

 

"Jadi kita suka bertanya-tanya besok mau apa, mau seperti apa? Mudah-mudahan dengan pelatihan ini bisa menjawab dan menjembatani tantangan-tantangan tersebut," ujarnya.

 

Selanjutnya, Ziyad mengungkapan terkait isu-isu yang akan dihadapi oleh generasi Z, diantarnya adalah bonus demografi di tahun 2025 mendatang di mana usia produktif di atas 15 tahun dan di bawah 65 tahun akan mencapai 70 persen dari total populasi masyarakat yang ada.

 

“Ini bisa akan menjadi berkah apabila kapasita SDM nya terus kita genjot. Karena sejumlah para ahli menyebut bonus demografi ini hanya akan terjadi satu kali dalam sejarah suatu bangsa," sambung Ziyad.

 

Sementara kondisi terbalik dialami negara-negara maju yaitu menghadapi situasi resesi seksualitas, yang mana usia produktifnya sangat sedikit.

 

Terakhir, Ziyad berpesan supaya para santri peserta pelatihan ini menjadi aktor-aktor di bidang dunia digital, dan mampu dijadikan garda terdepan membawa nama baik lembaga.

 

"Kita songsong pondok Pesantren Ciloa yang lebih maju dan lebih produktif melahirkan para calon pemimpin bangsa mendatang," pungkasnya.

 

Pelatihan Media ini dilaksanakan dengan kolaborasi berbagai pihak termasuk dengan para alumni Pesantren Ciloa yang sedang bergelut di dunia media.

 

Pewarta: Rokib
Editor: Agung Gumelar

Garut Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×