Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Mahasiswa UIN Bandung Tutup Rangkaian KKN di Wanaraja dengan Tabligh Akbar 

Mahasiswa UIN Bandung Tutup Rangkaian KKN di Wanaraja dengan Tabligh Akbar 
Mahasiswa UIN Bandung Tutup Rangkaian KKN di Wanaraja dengan Tabligh Akbar. (Foto: NUJO)
Mahasiswa UIN Bandung Tutup Rangkaian KKN di Wanaraja dengan Tabligh Akbar. (Foto: NUJO)

Garut, NU Online Jabar
Mahasiswa KKN UIN Sunan Gunung Djati Bandung kelompok 244 dan 245 menggelar tabligh akbar yang bertempat di Kampung Cimalaka RW 06 Desa Wanaraja Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut, Rabu (24/8/22).

 

Dalam melaksanakan program KKN yang bertemakan Sisdamas ini, mahasiswa turut berpartisipasi dalam hal kegiatan sosial kemasyarakatan, kesehatan, pendidikan dan kemandirian ekonomi sebagai pengimplementasian daripada Agent of Change.

 

Achsan selaku ketua pelaksana dalam sambutannya mengatakan, “Tidak ada yang bisa diungkapkan, kecuali banyak berterima kasih bikhusus kepada masyarakat  Rw 06 Cimalaka umumnya kepada segenapa masyarakat Desa Wanaraja,” ujarnya.

 

“Tujuan daripada kegiatan malam ini dipandang karena dipandang setelah adanya pertemuan pasti ada perpisahan. Ada peribahasa mengatakan datang katingali tarang undur katingali punduk artinya bahwa setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Maka dari itu, mari jadikan momentum kali ini sebagai moment silaturahmi yang terus berkesinambungan,” katanya.

 

Sementara itu, Yudi Priatna selaku perwakilan Desa Wanaraja mengatakan, “Terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada Mahasiswa KKN yang telah terlibat penuh dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Desa Wanaraja, semoga amal kebaikan kalian mendapat balasan yang berlimpah dari Allah Swt,” tuturnya.

 

Bertindak sebagai penceramah Irna Alfani selaku perwakilan Mahasiswi KKN UIN SGD Bandung sekaligus Pengasuh Ponpes Darul Mukhtar Bayongbong Garut ini menegaskan, komitmen kebangsaan dalam konteks lebih jauh artinya bahwa, “Kemerdekaan Republik Indonesia ini tidak diraih dengan mudah, berapa banyak para syuhada yang telah gugur, rela mengorbankan harta, tenaga, materi bahkan nyawa. Sehingga bagi kita para pemuda -pemudi, mahasiswa-mahasiswi harus menjadi garda terdepan bangsa ini, penerus perjuangan para pahlawan bangsa, minimalnya harus menebar manfaat kepada masyarakat jangan menjadi pengkhianat,” tuturnya.

 

Mengutip dawuhan Syekh Ibnu Malik:

 

وما يلى المضاف يأتي خلف # عنه في الاعراب اذا ما حذف

 

Pemuda itu harus menjadi pengganti, estafet perjuangan para ulama, para pahlawan serta segenap the founding fathers Republik Indonesia.

 

Menurutnya, rasa nasionalisme harus di pupuk sejak dini, kecintaan terhadap NKRI merupakan harga mati. 

 

KH Wahab Chasbulloh mengatakan 

 

حُبُّ الْوَطَنْ مِنَ اْلإِيمَان

 

Cinta tanah air merupakan sebagian dari iman.

 

“Sehingga kita harus bersyukur terhadap negara tercinta kita ini, dan jangan pernah melupakan jasa para ulama dan kaum santri dalam merebut tonggak kemerdekaan Republik Indonesia,” pungkasnya.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Wanaraja, Sekdes Wanaraja, Ketua BPD, para Ulama, serta tokoh masyarakat sekitar Wanaraja.

 

Kontributor: Bobon Rivan M 
Editor: Agung Gumelar

Garut Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×