• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Jumat, 19 April 2024

Garut

Habib Umar Assegaf: Santri Sejati adalah Pembangun, Pembela, dan Perawat Negeri

Habib Umar Assegaf: Santri Sejati adalah Pembangun, Pembela, dan Perawat Negeri
Habib Umar Assegaf: Santri Sejati adalah Pembangun, Pembela, dan Perawat Negeri.
Habib Umar Assegaf: Santri Sejati adalah Pembangun, Pembela, dan Perawat Negeri.

Garut, NU Online Jabar
Salah seorang pengurus Lembaga Dakwah (LD) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Habib Umar Assegaf mengungkapkan bahwa santri mempunyai peranan penting dalam membela, merawat, dan membangun negeri Indonesia. Hal itu diungkapkannya ketika menghadiri Haul Para Masyayikh, Reuni Akbar Alumni Ponpes Al-Huda, dan Peringatan Hari Santri Nasional, di Ponpes Al-Huda Tarogong-Garut, Ahad (23/10). 


Menurutnya, peran santri sangat signifikan dalam memperjuangkan kedaulatan negeri Indonesia.


“Terkait dengan makna santri, seharusnya semua orang tahu. Bahwa sejatinya santri itu merupakan warga negara yang tak mungkin berkhianat pada negeri. Santri sejati adalah santri yang setia dalam membangun negeri, membela, dan merawat negerinya sendiri” ungkapnya.


Ia menilai, peran santri dalam membela negeri Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Hal tersebut terbukti pada masa awal kemerdekaan republik Indonesia dimana santri menjadi garda terdepan dalam menjaga kemerdekaan Indonesia.


“Sesaat pasca Indonesia merdeka pada tahun 1945, telah terjadi wabah multinasional, yakni penjajah dari negara-negara Eropa yang kembali ingin menguasai negara-negara bekas jajahannya, termasuk kepada Indonesia. Pada saat itu, santri berperan penting dalam menumpas penjajah melalui resolusi jihad yang dikeluarkan oleh para ulama seluruh Indonesia” ucapnya.


Habib yang juga sebagai pimpinan Ponpes Ats-Tsaqofah Islamiyah Paseh Kabupaten Bandung itu mengutarakan terkait dengan awal mula penetapan hari santri nasional. Menurutnya, penetapan hari santri nasional merupakan janji politik Presiden Jokowi sebelum menjadi presiden di tahun 2014.


“Penetapan hari santri nasional merupakan janji politik Pak Jokowi pada tahun 2014 kepada PBNU. Pada waktu itu, Pak Jokowi berjanji jika ditakdirkan menjadi presiden, maka  ia akan menjadikan hari santri sebagai hari nasional. Karena menurutnya, Indonesia tidak akan berdaulat dan merdeka seperti pada saat ini kalau bukan berkah dari perjuangan dan pengorbanan para santri dan kiai” tuturnya.


Sementara, terkait dengan hari santri nasional sebagai hari istimewa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, Habib berharap seluruh umat Islam di Indonesia dapat mensyukuri atas terwujudnya hari santri nasional.


“Menjadi satu kebahagiaan dan satu kebanggaan bagi kita semua. Karena sebelumnya, tidak ada pengakuan secara resmi terkait dengan keberadaan santri. Sementara,hari ini santri diakui secara legal dan formal sebagai hari nasional. Oleh karena itu, kita harus bersyukur kepada Allah SWT atas terwujudnya hari santri nasional” tegasnya.


Pewarta: Rudi Sirojudin Abas
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi


Garut Terbaru