• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 27 Februari 2024

Depok

Habib Umar Assegaf Ingatkan Pentingnya Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw

Habib Umar Assegaf Ingatkan Pentingnya Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw
Al-Habib Umar bin Husen Assegaf atau Habib Umar di acara peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, Rabu (27/9/2023). (Foto: NU Online Jabar/Abdul Mun'im Hasan)
Al-Habib Umar bin Husen Assegaf atau Habib Umar di acara peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, Rabu (27/9/2023). (Foto: NU Online Jabar/Abdul Mun'im Hasan)

Depok, NU Online Jabar
Al-Habib Umar bin Husen Assegaf atau Habib Umar mengingatkan pentingnya merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Ia menyampaikan bahwa kegiatan Maulid Nabi merupakan kegiatan yang penuh berkah dan rahmat Allah Swt.


“Banyak orang mengerti agama tapi tidak mengerti kebangsaan. Bersyukur menjadi Muslim yang pencinta Rasulullah, bisa mengadakan acara yang penuh barokah dan penuh rahmat Allah Swt,” kata Habib Umar dalam peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, Rabu (27/9/2023).


"Kita memuliakan Rasulullah Saw, berbahagia mengekspresikan diri akan kecintaan kepada Nabi Muhammad, artinya perayaan. Semua anugerah yang ada karena diutusnya Nabi Muhammad Saw untuk semesta alam, dengan adanya agama Islam yang diajarkan oleh Rasulullah Saw," sambungnya. 


Habib Umar Assegaf juga menjelaskan, pemimpin yang mengikuti jejak Rasulullah Saw maka akan berbuat adil, tidak diktator, tidak arogan, melalui Al-Qur'an yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. 


"Didikan dari pada kiai, ajengan, habaib supaya pada diri anak-anak tertanam kecintaan kepada Rasulullah Saw dari kecilnya saat akikah dibacakan Maulid Nabi, sunatan dibacakan Maulid. Nabi Muhammad harus menjadi prioritas kecintaan," tegasnya. 


Habib mengungkapkan bahwa Hasan bin Tsabit, Sahabat Nabi memberikan pujian yang luar biasa dan hingga sampai pada saat ini. 


وأحسن منك لم ترى قطّ عيني  **  وأجمل منك لم تلد النساء


Yang lebih indah darimu tak pernah aku memandangnya**dan yang lebih tampan darimu tak pernah seorang wanita melahirkannya


خلقت مبرّأ من كلّ عيب       **  كأنك قد خلقت كما تشاء


Engkau diciptakan bersih dari segala macam cacat** seperti engkau diciptakan menurut kehendakmu sendiri.


"Nabi adalah insan kamil semua wujudnya begitu indah, mempesona akhlaknya yang luar biasa," jelasnya.


Habib menghimbau agar para santri pertama mencintai Nabi Muhammad Saw yang tentunya sampai kepada Allah Swt. Kedua mencintai Ahlul Baitnya sesuai yang diajarkan Hadratussyekh KH Hasyim Asyari Al-Musthafa wal Murthadha wabnahuma wa Fatimah. Ketiga cinta kepada Al-Qur'an dengan membacanya.


Habib Umar juga  menyampaikan bahwa menjadi santri adalah anugerah dari Allah Swt, karena di pesantren para santri diajarkan untuk mencintai nabinya dan dididik untuk mencontoh akhlaknya. 


Sebab itu, Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah KH Oman Fathurahman berpesan kepada para santri untuk mengedepankan akhlakul karimah. 


"Sebagai pengasuh saya nitip, akhlak itu di kedepankan, akhlak itu melebihi ilmunya. Maksudnya percuma kalau kalian pinter kalau akhlaknya tidak baik. Kami lebih memilih yang akhlaknya baik. Tidak boleh nakal-nakal, melakukan kekerasan, membully, merundung, tidak boleh sama sekali di pesantren Al-Hamidiyah," pungkasnya. 


Kegiatan maulid diakhiri dengan pembacaan doa oleh KH Jauhari Sadji, Lc. Maulid 1445 H diadakan secara luring dan daring melalui Channel YouTube Pesantren Al-Hamidiyah. 


Pewarta: Abdul Mun'im Hasan


Depok Terbaru