Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Rebo Wekasan, dan para Komandan Banser Kota Depok

Rebo Wekasan, dan para Komandan Banser Kota Depok
Majlis Ta'lim Sirrul Ghuyub pimpinan KH Amir Mahmud menggelar pengajian rutin dan sekaligus dzikir pembacaan doa tolak bala bersama, Selasa (5/20). (Foto: Hakim Hasan)
Majlis Ta'lim Sirrul Ghuyub pimpinan KH Amir Mahmud menggelar pengajian rutin dan sekaligus dzikir pembacaan doa tolak bala bersama, Selasa (5/20). (Foto: Hakim Hasan)

Depok, NU Online Jabar
Dalam tradisi di tanah Jawa, Rabu terakhir di bulan Safar disebut sebagai "Rebo Wekasan" atau "Rebo Pungkasan". Adapun dalam bahasa Arab istilah tersebut dikenal dengan "Arba Mustamir". Sebagian masyarakat Muslim di beberapa daerah Indonesia, misalnya menggelar doa bersama sebagai bentuk ritual tolak bala, dengan cara shalat Sunnah taubat atau dzikir istighosah dan lainnya.

Di Margonda, jantung pusat kota Depok, tepatnya di jalan Fatimah RT 002 RW 011, depan kantor lurah Kemirimuka-Beji Depok (lampu merah tol Juanda Margonda). Majlis Ta'lim Sirrul Ghuyub pimpinan KH Amir Mahmud menggelar pengajian rutin dan sekaligus dzikir pembacaan doa tolak bala bersama, Selasa (5/20).

Pengajian rutin setiap Selasa malam yang bertepatan dengan Rabu wekasan ini, secara khusus Kiai Amir membahas Asbabul Wurud dan amalan yang terkait dengan Rabu wekasan kepada para jamaah yang hadir.

Usai shalat isya, para jamaah berdatangan dari beberapa wilayah di Depok, Kiai Amir menjelaskan kitab Sullamut Taufiq, yang didalamnya menjelaskan tentang amalan yang dianjurkan para malam Rebo Wekasan. Sebelum bahasan kitab, para jamaah melakukan dzikir tahlil fatihan yang dihadiahkan kepada para pendiri Nahdlatul Ulama, dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin secara khusus sebagai amalan dimalam Rebo wekasan.

Setelah itu, Acara dilanjut dengan pembahasan Kitab yang langsung dipimpin oleh Kiai Amir Mahmud.

"Diantara amalan yang dianjurkan saat malam Rebo Wekasan, yaitu membaca surat Yasin 1 kali, pas ayat Salaamun Qaulam mir Robbir Rohiim dibaca 313 kali," jelas Kiai Amir kepada jamaah yang hadir. "Amaliah yang dilakukan oleh jamaah Nahdliyyin pada dasarnya memiliki hujjah, sumber dalil yang jelas, tidak asal comot," tambahnya.

Selain pembahasan Rebo Wekasan, Kiai Amir juga membahas tentang peran Malaikat Jibril AS, saat ditugaskan turun ke dunia dan menyerukan perintah Allah SWT.

"Jika Malaikat Jibril dijadikan sebagai manusia, apa yang dilakukan?," Tanya kepada para jamaah.
Kiai Amir menjawab "Sholat, mendamaikan dua orang yang berselisih, mengantar jenazah ke kubur, dan menghormati tetangga," erang beliau.

Hadir dalam majlis rutinan tersebut, ketua GP Ansor ranting kelurahan Kemirimuka, Kasatkorkel Banser Kemirimuka Febryansyah, Kasetma Suherman Kone, Ardhie Yusuf, Saiful Anwar, ketua RT dan RW serta warga umum sekitar.

Pewarta: Hakim Hasan
Editor: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×