Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Pelajar Putri Indramayu Diskusikan Perempuan Kuat Berdaya

Pelajar Putri Indramayu Diskusikan Perempuan Kuat Berdaya
IPPNU Indramayu (Foto: NU Online Jabar/Siti Al Asaroh)
IPPNU Indramayu (Foto: NU Online Jabar/Siti Al Asaroh)

Indramayu, NU Online Jabar
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Indramayu menggelar diskusi bertajuk Perempuan Bersatu Berdaulat untuk Indonesia Bangkit dan Bermartabat di Sekre PKPT IPNU IPPNU Unwir Indramayu, Rabu (28/10). 

Diskusi ini menghadirkan  dua pemantik yakni demisioner Ketua PC IPNU (2013-2015), Didik Himmawan dan Ketua PC IPPNU Indramayu (2006-2008) Maliha Ulfiyah. Diskusi ini  mendaptkan antuasisme yang luar biasa dari pelajar-pelajar putri NU se-Indramayu yang merupakan delegasi yang dikirimkan dari berbagai kecamatan. Dihadiri oleh kurang lebih sekitar 60 peserta yang dalam hal ini merupakan delegasi dari berbagai PAC/PK/PKPT IPPNU yang ada di Indramayu.

Ketua PC IPPNU Indramayu, Mariya Ulfah menjelaskan, tema yang diusung inilah diharapkan seluruh Pelajar Putri NU se-Indramayu bisa berkeyakinan bahwa dirinya seorang perempuan kuat dan berdaya, menyadarkan bahwa menjadi perempuan itu luar biasa dengan segala posisi yang bisa dijalani dengan penuh tanggung jawab.

Menurut dia, selain menjadi organisasi yang fokus terhadap pengkaderan, IPPNU juga merupakan organisasi yang menjadi pencetak generasi nasionalis.

“Diskusi ini sangat di luar dugaan, dimana peserta bisa membludak, sengaja saya menjadikan para demisioner untuk menjadi pemantik, selain sebagai ikhtiar agar pelajar-pelajar NU yang lain juga tahu terhadap pejuang-pejuang di Ikatan Pelajar juga sebagai bentuk ikhtiar agar hubungan dengan para demisioner tidak hanya perihal ketika punya acara pengkaderan saja,” ungkapnya.

Pemantik Diskusi, Malihah Ulfiyah mengatakan, menjadi perempuan bukan menjadikan kita lemah terhadap sesuatu, melainkan harus bisa menjadi perempuan yang bermartabat. 

“Menjadi aktivis perempuan jangan berhenti hanya karena omongan banyak orang yang notabenenya tidak paham dengan apa yang kita lakukan, tetap semangat dalam berkhidmah,”  tegasnya.

Sementara Didik Himawan dalam pemaparannya menyampaikan perihal kata pelajar dan mahasiswa  yang kebetulan peserta diskusi terdapat dari kalangan perguruan tinggi juga. “Jangan pernah sedikitpun malu atau bahkan gengsi terhadap kata pelajar, kalian harus percaya diri ikut dengan organisasi IPNU ataupun IPPNU, karena jenjang pelajar hanya berbicara perihal usia bukan mengarah pada tingkat pendidikan,” ujarnya.

“Melihat antusias peserta yang datang dari berbagai penjuru Indramayu, menjadi awal acuan semangat kedepannya agar bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan yang lain sebagai rutinitas Pelajar-Pelajar Putri NU Indramayu, yang tentunya dengan mengusung tema ke-Perempuan-an,” ujar Mariya Ulfah dalam penutupan acara diskusi tersebut.

Pewarta: Siti Al Asaroh
Editor: Iing Rohimin


 

Terkait

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×