Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Milki Barokah: Aktivitas yang Menyangkut Kemanusiaan Harus Dilakukan Secara Adil dan Beradab

Milki Barokah: Aktivitas yang Menyangkut Kemanusiaan Harus Dilakukan Secara Adil dan Beradab
Milki Barokah: Aktivitas yang Menyangkut Kemanusiaan Harus Dilakukan Secara Adil dan Beradab. (Foto: NUJO/Soleh)
Milki Barokah: Aktivitas yang Menyangkut Kemanusiaan Harus Dilakukan Secara Adil dan Beradab. (Foto: NUJO/Soleh)

Pangandaran, NU Online Jabar 
Maraknya isu soal LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender)  di Indonesia kini menjadi sorotan publik. Polemik LGBT sendiri masih menimbulkan antara pro dan kontra di Indonesia. Milki Barokah, Ketua Piminan Cabang Fatayat NU Kabupaten Pangandaran mempunyai pendapatnya sendiri tentang hal ini. 

 

Dalam sebuah Talkshow yang disiarkan secara langsung di Sultan TV, Milki menyebut bahwa LGBT sangat menyalahi kodrat seksualitas manusia. Menurutnya, LGBT jelas tidak sesuai dengan Pancasila terutama sila ke-1 Ketuhanan yang Maha Esa dan sila ke-2 Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. 

 

"Poin pentingnya bahwa LGBT menyalahi kodrat seksualitas manusia yakni berpasangan dengan lawan jenis seperti yang terdapat dalam Al-Qur'an surat Al-Hujurat ayat 13, An-Nisa ayat 1, Ar-Rum ayat 21," terangnya, Rabu ( 25/05).

 

"Indonesia walaupun bukan negara yang berlandaskan kepada salah satu agama, namun negara menjamin kebebasan para pemeluk agama dan kepercayaan untuk menjalankan keyakinannya masing-masing dalam kehidupan sehari-harinya," tegasnya. 

 

"Ia menjelaskan bahwa seluruh agama dan kepercayaan yang diakui di Indonesia sepakat menolak aktivitas LGBT," tambah Milki. 

 

Lebih lanjut, kata Milki, sila kedua Pancasila dengan tegas menyebutkan bahwa bangsa Indonesia berkomitmen untuk menjaga fitrah kemanusiaan bangsanya. 

 

"Segala bentuk aktivitas yang menyangkut kemanusiaan di Indonesia haruslah dilakukan secara adil dan beradab. Adil tidak berarti merata, namun ditempatkan pada tempat yang semestinya dengan menjaga tata etika norma kesusilaan (beradab)," ujarnya. 

 

Ia berujar, pelarangan aktivitas LGBT bukan kriminalisasi, melainkan hukuman bagi kejahatan kemanusiaan. Karena membiarkan LGBT akan merusak moralitas masyarakat dan nilai-nilai yang hidup dimasyarakat seperti budaya dan agama. 

 

"Kami mendukung upaya pemerintah dan DPR untuk mengesahkan RKUHP mengenai LGBT untuk kemaslahatan bangsa dan negara," tegasnya. 

 

Dalam takshow dengan tema ‘Marak Fenomena LGBT, Dijauhi atau Kompromi ini, Milki juga menerangkan bahwa orang tua mempunyai peran penting untuk mengawasi anak-anaknya sejak dini supaya bisa mengenali identitas gendernya. 

 

"Anak laki-laki sejak kecil harus dekat dengan ayahnya supaya memunculkan sifat maskulinitas. setelah dewasa dekatkan dengan Ibunya supaya dia bisa merasakan cinta dari seorang perempuan," jelasnya. 

 

Begitupun sebaliknya, lanjut Milki, anak perempuan dari kecil harus didekatkan dengan Ibunya untuk memunculkan sifat feminimnya dan setelah dewasa dekatkan dengan ayahnya. 

 

"Dan sebagai figur bagi anak-anak, orang tua pun harus memperhatikan cara mereka memperlakukan pasangannya. Jangan sampai menimbulkan trauma bagi anak-anak karena melihat kekerasan yang dilakukan oleh ayah atau ibu terhadap pasangannya," tukasnya. 

 

Milki berharap kepada masyarakat sekitar untuk  mengajak pelaku LGBT supaya menyalurkan naluri seksualnya melalui pernikahan dengan lawan jenis. 

 

"Terlebih mengajak mereka untuk melakukan pengobatan dengan bantuan psikiater untuk menormalkan kembali orientasi seksual mereka kepada kodratnya, yaitu menyukai lawan jenis," pungkas Milki. 

 

Pewarta: Soleh Hidayat
Editor: Agung Gumelar

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×