Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Buya Husein: Perempuan adalah Sumber Kehidupan dan Peradaban

Buya Husein: Perempuan adalah Sumber Kehidupan dan Peradaban
SIG Kopri Komisariat Kampus Hijau (Foto: NU Online Jabar)
SIG Kopri Komisariat Kampus Hijau (Foto: NU Online Jabar)

Indramayu, NU Online Jabar
Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri (Kopri) Komisariat Kampus Hijau menggelar acara Sekolah Islam dan Gender (SIG) II Zona Jawa Barat tahun 2022, dengan “Tema Menciptakan Tatanan Pemikiran Dunia Baru yang Adil Gender” di Aula STKIP NU Indramayu, Jumat-Ahad (21-23/1).


Pada acara SIG ini, mengundang narasumber ulama feminis yang berfokus pada agenda-agenda soal kesetaraan, yaitu Husein Muhammad yang akrab disapa Buya Husein. Dalam pemaparannya ia mengatakan bahwa pada dasarnya manusia sebagai makhluk Allah adalah sama, tidak ada yang super power dan tidak ada yang subordinat.


“Manusia itu sama sebagai makhluk Allah, hal yang tidak bisa diubah adalah hal yang bersifat kodrat yang langsung diberi oleh Allah SWT. Sedangkan Peran, fungsi, karakter, pekerjaan, itu adalah bentukan masyarakat melalui kebudayaan,” katanya.


Begitu pentingnya menyadarkan bahwa manusia adalah sama, sebagai makhluk Allah Swt. 


“Maka penting untuk mencerdaskan perempuan, karena perempuan adalah sumber kehidupan, sumber peradaban, sumber kemajuan bangsa. Jadilah manusia yang sehat, cerdas, dan mandiri,” tambahnya.


Ketua Kopri Komisariat Kampus Hijau Dewi Raudlatul Jannah dalam sambutannya menyampaikan, dengan tema Menciptakan Tatanan Pemikiran Dunia Baru yang Adil Gender, pada acara SIG kali ini sangat relevan, karena masih banyak ditemui pikiran-pikiran yang masih dalam jerat patriarki.


“Adil sejak dalam pikiran dan perbuatan harus selalu dikampanyekan kepada lini terkecil bahkan lini terbesar lingkungan masyarakat sehingga konsep kesalingan dalam relasi dapat tercapai. Maka, tugas sahabat-sahabati tidak selesai di sini. Justru ini adalah awal dari perjuangan memerdekakan diri, dan kemerdekaan pemikiran sosial,” ujarnya.


Sementara itu Majelis Pembina Komisariat Sulkhi Abdullah menuturkan bahwa Organisasi dari masa ke masa akan selalu mengalami perubahan, mengalami banyak dinamika, dan tentunya menyesuaikan arus dunia intelektual. 


“Dengan adanya SIG ini diharapkan sahabat-sahabati menjadi pioner gerakan di berbagai leading sektor dan siap baik mental maupun intelektual. Disiplin kaderisasi menjadi tonggak utama dalam menjalankan amanah organisasi,” tuturnya.


Kemudian Wakil Ketua I Bidang Akademik STKIP NU Indramayu saat membuka acara mengungkapkan bahwa PMII adalah wadah pemberdayaan dan wadah membangun intelekual.


“Maka, seluruh kader PMII harus menjalankan tugas untuk membangun pemikiran dan membangun kesadaran sosial sehingga membentuk gerakan-gerakan konkret,” ungkapnya. 


“Acara ini membentuk perempuan dan laki-laki untuk saling membangun kekuatan dan menciptakan gerakan, setelah kaderisasi ini kalian akan menghadapi ruang yang membutuhkan perjuangan, maka tumbuhlah menjadi kader yang siap baik ilmu maupun mental,” tambahnya.


Ketua Pelaksana SIG Naf'atush Sholihah menyampaikan bahwa roda kaderisasi harus selalu menjadi wacana prioritas yang harus dilakukan pengurus Korp PMII putri dan Pengurus Komisariat. 


“Kaderisasi adalah jiwa yang harus dihidupkan sehingga keberlangsungan proses dapat dirasakan di manapun,” pungkasnya.


Pewarta: Dewi Raudlatul Jannah
Editor: Abdul Manap

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×