• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 18 Juni 2024

Daerah

Buku Ajengan Cipasung dan Jalan Pulang Iip D Yahya

Buku Ajengan Cipasung dan Jalan Pulang Iip D Yahya
Iip Dzulkipli Yahya (NU Online jabar/Ilustrasi Foto: Ich)
Iip Dzulkipli Yahya (NU Online jabar/Ilustrasi Foto: Ich)

Tasikmalaya, NU Online Jabar
"Bagi saya buku itu kado sangat penting dan spesial karena menjadi tanda kepulangan saya dari Yogyakarta kembali ke Bandung," ungkap Iip D Yahya, penulis biografi Ajengan Cipasung, KH Ilyas Ruhiat. 

Terasa getaran emosi yang dalam saat Iip D Yahya mengucap kalimat di atas. Keterikatan emosional yang sangat bisa dipahami mengingat buku Ajengan Cipasung, yang akan dicetak ulang oleh Alif, adalah penandanya kembali ke asal. Bukan sekedar asal kelahiran, tetapi juga asal dalam artian tonggak gairah dan reputasi penulis sejarah Ajengan dan tokoh-tokoh Sunda.

"Buku ini menjadi awal saya menulis tokoh Sunda. Sebagai penanda kembalinya saya ke Bandung, setelah mengembara beberapa tahun di Yogyakarta. Juga mengarahkan saya untuk menekuni para ajengan Sunda,” kisahnya.

“Sejak menulis buku ini, saya ingin memberi judul buku-buku saya dengan awalan 'Ajengan". Setelah Ajengan Cipasung, segera menyusul Ajengan Sukamanah. Semoga bisa istiqomah menulis buku ajengan yang lain,” sambungnya.

Bagi Direktur Media Center PWNU Jawa Barat ini, buku Ajengan Cipasung makin spesial karena pertama kali diluncurkan sehari sebelum tanggal lahirnya, 16 Juli 2006.

Di samping Ajengan Cipasung, dan akan terbit Ajengan Sukamanah, pria kelahiran Garut ini sudah menerbitkan buku tentang Gus Dur dan juga biografi Pahlawan Nasional asal Jawa Barat, Oto Iskandar Dinata.

Demikian terkuak dalam diskusi via Live IG yang dimoderatori Nadia Nazalia, santri dan keluarga Pondok Pesantren Cipasung, Minggu, (31/01) dan wawancara singkat setelah diskusi.

Dalam penutup diskusi, Iip D Yahya mengatakan bahwa disukai atau tidak beliaulah satu-satunya Rais Am PBNU yang pernah atau yang bisa menjadikan ketua Tanfidliyah menjadi presiden.

Pewarta: Sahal Lutfi Syabani
Editor: Muhyiddin


Editor:

Daerah Terbaru