• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 4 Maret 2024

Subang

LPBI NU Jabar Serahkan Bantuan Helm dan Pelampung kepada Tim Siaga Bencana Desa Mulyasari

LPBI NU Jabar Serahkan Bantuan Helm dan Pelampung kepada Tim Siaga Bencana Desa Mulyasari
LPBI NU Jabar Serahkan Bantuan Helm dan Pelampung kepada Tim Siaga Bencana Desa Mulyasari
LPBI NU Jabar Serahkan Bantuan Helm dan Pelampung kepada Tim Siaga Bencana Desa Mulyasari

Subang, NU Online Jabar

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Jawa Barat menyerahkan sejumlah bantuan berupa Helm dan Pelampung kepada tim Siaga Bencana Desa Mulyasari, Pamanukan, Kabupaten Subang, Selasa (31/1/2023). 


Bantuan helm dan pelampung sejumlah 10 buah itu diberikan langsung LPBI NU Jabar untuk menunjang fasilitas tim Siaga Bencana Desa Mulyasari dalam melaksanakan tugas. 


Datang langsung bersama rombongan, ketua LPBI NU Jabar Dadang Sudardja menyerahkan bantuan tersebut kepada Kepala Desa Mulyasari dan Koordinator Tim Siaga Bencana di kantor Desa Mulyasari. 


“Bantuan ini dalam rangka memperkuat fasilitas Tim Siaga  dan merupakan komitmen LPBI NU Jabar kepada Tim Siaga Bencana yang dibentuk dan merupakan bagian dari program Kampung Siaga Bencana yang diselenggarakan pada tahun 2022,” tutur Uwa Dadang sapaan akrab ketua LPBI NU Jabar. 


“Alat ini  bisa dipergunakan untuk latihan Water Rescue. Semoga bermanfaat untuk peningkatan kapasitas Tim Siaga Bencana Desa Mulyasari,” sambungnya. 


Sebelumnya, LPBI NU Jabar telah melakukan kegiatan pendampingan dan workshop pelatihan Kampung Siaga Bencana di Desa Mulyasari, Pamanukan, Subang dengan melibatkan unsur masyarakat dan pemerintah setempat. 


Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai kegiatan pelatihan dan pembekalan materi seperti Manajemen Pengungsian, Manajemen Posko Lapangan dan Penyusunan SOP Tanggap Darurat.


Menurut Uwa Dadang, kegiatan ini merupakan rangkaian program Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas yang terintegrasi dengan Satuan Pendidikan. “Melalui kegiatan ini, diharapkan Tim Siaga Bencana Desa memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mendukung pelaksanaan operasi tanggap darurat bencana,” terangnya.


Menurutnya, salah satu persoalan yang sering terjadi dalam penanganan Tanggap Darurat Bencana menurutnya adalah karena tidak tim TGB tidak menjelankan SOP yang ada. 


“Ketidakmampuan Tim Penanggulangan Bencana yang sering terjadi disebabkan karena tim tersebut tidak memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) tanggap darurat, baik ketika melakukan evakuasi, pengelolaan Posko Lapangan yang menjadi pusat kegiatan kedaruratan,” kata Uwa Dadang.


Uwa Dadang berharap dari kegiatan ini terbentuk tim siaga bencana yang bekerja sesuai dengan SOP yang sudah ditentukan. “Melalui pelatihan ini, diharapkan Tim Siaga Bencana menjadi Tim yang tanggap, tangkas dan tangguh,” pungkasnya.


Pewarta: Agung Gumelar


Subang Terbaru