• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Selasa, 27 Februari 2024

Obituari

Pesan Almagfurlah Buya Zainudin Maksum Ali dan Buku Dinamika Hukum Islam dalam Program Pemberdayaan Umat

Pesan Almagfurlah Buya Zainudin Maksum Ali dan Buku Dinamika Hukum Islam dalam Program Pemberdayaan Umat
Pesan Almagfurlah Buya Zainudin Maksum Ali dan Buku Dinamika Hukum Islam dalam Program Pemberdayaan Umat
Pesan Almagfurlah Buya Zainudin Maksum Ali dan Buku Dinamika Hukum Islam dalam Program Pemberdayaan Umat


Kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kota Depok. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Depok KH Zainudin Maksum Ali telah berpulang ke rahmatullah pada, Sabtu (29/7/23). Kiai kelahiran Turen, Malang, Jawa Timur itu menghembuskan nafas terakhirnya di usia 82 tahun di Rumah Sakit Sentra Medika Cimanggis.


Almarhum mengkhidmahkan dirinya di Pesantren Al-Hamidiyah Depok sejak tahun 2000 menjadi pengasuh pesantren dan jelang akhir hayatnya menjadi Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok. Buya sapaan akrabnya, juga menjabat sebagai Rais Robi Ifadliyyah Idarah Aliyah Jatman masa khidmah 2018-2023.


Kepulangan Abuya telah mengguncang nadi kesantrian saya dan mereka yang telah menjadi alumni. Terutama saya sendiri mengalami langsung diasuh dan didik oleh beliau sewaktu menjadi santrinya.


Ada sedikit pesan yang ia lontarkan kepada saya dan rekan alumni sewaktu sowan ke kediaman beliau yang berada di samping (gang) kawasan komplek Pesantren Al-Hamidiyah. Setelah sekian tahun kami lulus dari pondok. 


"Nak, kalian-kalian itu kalo belajar ilmu harus bersanad sampai kepada Kanjeng Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ﷺ . Apa di antara kalian ada yang aktif di NU?," tanya nya.


"Dan jangan sampai kita belajar tanpa sanad guru karena akan berakibat terombang-ambing dalam kerancuan pola pikir dan pemahaman," begitu kira-kira nasihat beliau kepada saya dan rekan alumni. 


Menurutnya, menjaga NU berarti menjalankan akidah Aswaja, ‘akidah ahlusunnah wal jamaah. “Di NU jangan Jarkoni, 'iso ngajar ga iso ngelakoni', semoga saja di suatu hari salah satu diantara kalian ada yang aktif di NU," pesannya 


Tidak lama kami sowan, saya bersama rekan alumni pamit untuk pulang. Seperti biasa dan hal lumrah kami sebagai santri salaman dan minta didoakan sebelum bergegas. Namun ada yang spesial, saya 'dibekali' sesuatu oleh beliau, yaitu buku atau klipingan yang berjudul ‘Dinamika Hukum Islam dalam Program Pemberdayaan Umat.’ Satu diantara rekan alumni yang sowan, hanya saya yang diberi buku tersebut.


Buku yang menjadi kenangan dari Buya kepada saya itu berisikan kumpulan tulisan Buya terkait dinamika hukum islam dalam program pemberdayaan umat, buku tersebut ia tulis dengan bahasa yang mudah dipahami, ringan dan dihiasi dengan hadist serta memiliki pengaruh ilmiah dan realitas yang luas dalam masyarakat muslim. Keindahan dalam tulisannya menjadikan salah satu pemicu saya untuk terjun ke dunia kepenulisan dan juga kewartawanan. 


Buku tersebut menjadi semacam pedoman bahwa, carilah guru yang dapat menyebabkan hatimu tenang dan senang di dalam menuntut ilmu, wajah agama yang Buya tampilkan kepada santri-santrinya adalah kesejukan Islam Ahlusunnah wal Jama'ah. 


Pada seluruh pemaparan dalam klipingan tulisan Buya, beliau menekankan perihal ibadah vertikal dan keshalehan sosial merupakan dwi tunggal yang tidak terpisah, nilai-nilai keshalehan sosial penentu diterima atau ditolaknya ibadah vertikal disamping berfungsi sebagai penyempurna, begitu pula sebaiknya. 


خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ


Amal shaleh sosial merupakan manivestasi kepedulian serta rasa cinta terhadap sesama. yang merupakan sendi utama, tolak ukur serta indikator keimanan. Amal shaleh sosial adalah suatu pekerjaan yang memberikan manfaat bagi sesama dalam bentuk pengorbanan pikiran, waktu, tenaga dan harta. Dengan cara memberi akan menerima balasan, baik berupa manfaat duniawi maupun manfaat ukhrowi. (Hal. 8, Dinamika Hukum Islam Dalam Program Pemberdayaan Umat, Zainuddin Maksum Ali). 


Dalam hemat penulis, secara keseluruhan, hadis Khoirunnas anfa'uhum linnas, ini menganjurkan seluruh umat islam untuk berbuat baik dan ramah kepada sesama manusia karena sesungguhnya tidak ada kebaikan yang bisa diambil jika kita tidak berlaku baik pada sesama manusia. Manusia paling baik adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia. 


Hal ini dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan membantu 'tetangga kamar' bagi para anak santri yang sedang kesusahan dan lain sebagainya. Sungguh sangat terpuji akhlak seseorang jika kita bisa menjadi sebaik-baiknya manusia di muka bumi ini dengan selalu menebarkan kebaikan. 


Amal shaleh sosial merupakan implementasi rasa kasih sayang terhadap sesama yang dapat mendatangkan rahmat dan kasih sayang Allah swt. (isi pada halaman terakhir, klipingan Buya: Dinamika Hukum Islam Dalam Program Pemberdayaan Umat). Dalam tulisannya, beliau pun menyinggung persoalan Ekstrimisme dalam Penerapan Hukum Syari'ah. Yang menjadi pertanyaan adalah; "Kenapa ekstrimisme di dalam penerapan hukum syari'ah dilarang oleh Rasul SAW, bahkan mewanti-wanti dengan mengancam bahwa kehancuran umat terdahulu disebabkan oleh ekstrimisme tersebut." 


Ketika seorang berdakwah sesuai dengan wilayah dan wewenangnya dalam rangka menerapkan hukum syari'ah di dalam kehidupan bermasyarakat, namun jangan lupa bahwa: Siapapun tidak diberi oleh Allah SWT wewenang untuk mampu memberikan hidayah kepada sesamanya, karena hidayah adalah wewenang mutlak Allah SWT dan merupakan wilayah-Nya. (Dinamika Hukum Islam Dalam Program Pemberdayaan Umat, Zainuddin Maksum Ali). 


Kini Buya telah tiada, namun nasihat-nasihat dari beliau perlu diingat baik dalam bentuk lisan maupun tulisan oleh para santri dan alumni Pesantren Al-Hamidiyah Depok. Karena itu, kita harus senantiasa menanamkan ajaran tersebut di benak kita dan mengamalkan hadist "Khoirunnas anfau’hum linnas" untuk diaplikasikan dalam bentuk amal nyata pada kehidupan sehari-hari agar segala kebaikan bisa merahmati diri kita juga. Insyaallah.


Abdul Majid Ramdhani, salah seorang alumni santri Ponpes Al-Hamidiyah Depok
 


Obituari Terbaru