Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Ikuti Kongres Halal Internasional 2022, KH Abun Bunyamin: Pesantren Harus Jadi Pelaku Wisata dan Produsen Halal 

Ikuti Kongres Halal Internasional 2022, KH Abun Bunyamin: Pesantren Harus Jadi Pelaku Wisata dan Produsen Halal 
Rais Syuriyah PWNU Jabar KH Abun Bunyamin saat mengikuti Kongres Halal Internasional 2022 di Bangka Belitung. (Foto: NUJO/Riki)
Rais Syuriyah PWNU Jabar KH Abun Bunyamin saat mengikuti Kongres Halal Internasional 2022 di Bangka Belitung. (Foto: NUJO/Riki)

Bandung, NU Online Jabar 
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Abun Bunyamin menyebut pondok pesantren harus menjadi pelaku wisata halal dan produsen dari produk dan jasa yang halal. 

 

"Bahwa pondok pesantren atau lingkungan pendidikan juga harus menjadi sebuah wisata yang halal, paling tidak adalah paling cocok dengan umat islam. Termasuk menyediakan produk dan jasa yang halal," ungkap kiai Abun saat ditemui NU Online Jabar, Sabtu (18/6). 

 

Sebagai masyarakat muslimin, sambungnya, saya lebih menekankan bagaimana memasyarakatkan madrasah atau pondok pesantren, lembaga pendidikan yang ramah lingkungan. Dengan mengadopsi istilah wisata halal, alangkah baiknya pondok pesantren kita juga menjadi wisata yang baik, sehingga nanti sekolah itu disenangi oleh siapapun, baik itu yang Muslim maupun non Muslim. 

 

Kiai Abun turut serta dalam kegiatan Kongres Halal Internasional (KHI) 2022 yang diselenggarakan MUI Pusat bekerja sama dengan MUI Bangka Belitung, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Bangka Belitung. Kongres Halal Internasional digelar sejak Selasa (14/6) sampai Sabtu (18/6) di Bangka Belitung. 

 

Berkaitan dengan kegiatan Kongres Halal Internasional 2022, Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat itu menyebut KHI 2022 merupakan kegiatan dalam rangka mempertahankan dan mengembangkan wisata halal dan produk halal. 

 

"Dengan demikian, menurut kami acara ini sangat penting, bagaimanapun kita adalah mayoritas masyarakat Muslim, maka harus lebih dikembangkan ketimbang negara lain," jelas kiai Abun. 

 

Selain itu, kiai Abun juga berpesan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam hal makanan dan minuman. Termasuk dengan terus menggunakan produk-produk yang halal. 

 

"Dihimbau kepada masyarakat untuk lebih hati-hati, Waro, Konaah dan Juhud dalam masalah yang ada kaitan dengan makanan dan minuman. Kemudian untuk lebih siap menggunakan produk halal, termasuk diupayakan masyarakat menggunakan daerah wisata yang halal," pungkas kiai Abun. 

 

Pewarta: Riki Baehaki
Editor: Agung Gumelar 

Nasional Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×