Home Nasional Warta Adrahi Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Khutbah Iftitah Rais Syuriyah PWNU Jabar, di NU Itu Harus Ajeg Tidak Boleh Luntur

Khutbah Iftitah Rais Syuriyah PWNU Jabar, di NU Itu Harus Ajeg Tidak Boleh Luntur
Rais Syuriyah PWNU Jabar, Dr. KH Abun Bunyamin saat khutbah iftitah (Foto: A. Manap)
Rais Syuriyah PWNU Jabar, Dr. KH Abun Bunyamin saat khutbah iftitah (Foto: A. Manap)

Bandung, NU Online Jabar
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat menggelar acara peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-96 NU secara Masehi dan ke-99 secara Hijriyah di Sutan Raja Hotel Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (10/3).


Pada kesempatan tersebut Rais Syuriyah PWNU Jabar DR. KH. Abun Bunyamin menyampaikan Khutbah Iftitah, di NU itu harus ajeg tidak boleh luntur.


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ١٠٢ ﴾ ( اٰل عمران/3: 102) ﴿


Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim. (Ali 'Imran/3:102)


Menurut Ibnu Masud, makna ayat: 

اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ
أَنْ يُطَاعَ فَلاَ يُعْصَى وَأَنْ يُذْكَرَ فَلاَ يُنْسَى، وَأَنْ يُشْكَرَ فَلاَ يُكْفَر


Hendaknya Dia (Allah) ditaati tidak dimaksiati, selalu diingat tidak dilupakan, ditujukan kepada-Nya syukur bukan kufur.
Menurut Ibnu Abbas, Makna Ayat: 


اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ
أَنْ يُجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهِ حَقَّ جِهَادِهِ،  وَلَا تَأْخُذْهُمْ فِي اللّٰهِ لَوْمَةُ لَائِمٍ،  وَيَقُوْمُوْا بِالْقِسْطِ وَلَوْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَآبَاءِهِمْ وَ أَبْنَاءِهِمْ


Berjihadlah kalian di jalan Allah dengan sebenar-benar jihad demi membela agama Allah, dan janganlah kalian enggan demi membela Allah hanya karena celaan orang-orang yang mencela; tegakkanlah keadilan, sekalipun terhadap diri kalian dan orang-orang tua kalian serta anak-anak kalian sendiri.


Menurut Ibnu Katsir, makna Ayat:


 وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ 


adalah:


حَافِظُوْا عَلَى اْلإِسْلاَمِ فِي حَالِ صِحَّتِكُمْ وَسَلاَمَتِكُمْ لِتَمُوْتُوْا عَلَيْهِ، فَإِنَّ الْكَرِيْمَ قَدْ أَجْرَى عَادَتَهُ بِكَرَمِهِ أَنَّهُ مَنْ عَاشَ عَلَى شَيْءٍ مَاتَ عَلَيْهِ، وَمَنْ مَاتَ عَلَى شَيْءٍ بُعِثَ عَلَيْهِ، فَعِيَاذًا بِاللَّهِ مِنْ خِلاَفِ ذَلِكَ.


Peliharalah Islam dalam diri kalian sewaktu kalian sehat dan sejahtera agar kalian nanti mati dalam keadaan beragama Islam, karena sesungguhnya sifat dermawan itu terbina dalam diri seseorang berkat kebiasaannya dalam berderma. Barang siapa yang hidup menjalani suatu hal, maka ia pasti mati dalam keadaan berpegang kepada hal itu; dan barang siapa yang mati dalam keadaan berpegang kepada suatu hal, maka kelak ia dibangkitkan dalam keadaan tersebut. Kami berlindung kepada Allah dari kebalikan hal tersebut.


Kita di NU semata-mata hanya berbakti kepada Allah, mentaati Allah dan rasul-Nya serta mensyukuri nikmat-Nya.


Di NU kita harus ajeg tidak boleh luntur karena banyaknya yang menggoda, ajeg dalam memperjuangkan aqidah ahli sunnah waljaah dan ajeg dalam mencari keadilan di republik Indonesia ini, terutama di bidang pendidikan dan ekonomi bagi kaum nahdliyin, dan kaum muslimin pada umunya.


Warga nadliyin harus istiqamah dalam berbakti ke Islam dan tanah air selama kita hidup, sehat, punya kemampuan dan kesempatan agar kita mati dalam keadaan islam. Sebab hanya orang islamlah yang akan memperjuangkan agama islam.


Hanya orang NU-lah yang memperjuangkan aqidah islam ahli sunnah waljamaah.


Pepatah ulama mengatakah: “Siapa hidup di atas sesuatu maka matipun di atas sesuatu itu. Siapa yang mati di atas sesuatu maka dibangkitkan pula di sesuatu itu.”


Mudah-mudahan kita mati itu sedang mengurusi NU, sehingga kita dibangkitkan bersama para ULAMA khususnya bersama para pendiri NU.


Sabda Nabi yang akan memberi syafaat pada hari kiamat ada tiga yaitu para Nabi, ulama dan syuhada.


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْفَعُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَلَاثَةٌ الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْعُلَمَاءُ ثُمَّ الشُّهَدَاءُ


Rasulullah saw. bersabda: "Tiga golongan yang akan memberi syafa'at kelak di hari Kiamat, yaitu; Para Nabi kemudian para ulama dan para syuhada`."


Kita bersyukur hari ini sedang mengurusi organisasi yang pemegang kebijakan utamanya adalah ULAMA dalam wadah Syuriyah.


Posisi Syuriyah di NU bukan sebagai aksesoris atau pelengkap, tapi benar-benar sebagai pemegang otoritas tertinggi membuat kebijakan strategis dalam menjalankan organisasi.


Namun, walaupun demikian, dawuh Rois ‘Am PBNU KH. Mifatahul Achyar “Sekarang sudah mulai timbul krisis Sam'an watho'atan kepada ulama.” 


Saya khawatir bila nanti ada musibah berupa hilangnya keberkahan dalam segala langkah kita, krisisnya kepemimpinan dan mati dalam keadaan su`ul khotimah.


Menurut Syaikh Abdullah bin al Mubarok, adab itu lebih diutamakan daripada ilmu. Ilmu sedikit dengan adab yang bagus insya allah ilmunya bermanfaat dibandingkan dengan ilmu banyak tidak disertai adab. 


Kata Syaikh Abdullah bin al Mubarok, ilmu itu bagaikan garam sedangkan adab bagaikan nasi. Sedikit garam banyak nasi jauh lebih berguna dari pada banyak garam nasinya sedikit.


Adab inilah salah satu keistimewaan NU yang dirintis Syaikhul Akbar KH. HASYIM ASYARI dan kawan-nya
 

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُمْ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُمْ وَاغْسِلْهُمْ بِالْمَاءِ وَالشَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِمْ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْاَبْيَضُ مِنَ الدَّ نَسِ وَاَبْدِلْهُمْ دَارً اخَيْرًا مِنْ دَارِهِمْ وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِمْ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِمْ وَادْخِلْهُمْ الجَنَّةَ وَاعِذْهُمْ مِنْ عَدَابِ الْقَبرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Khutbah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×