• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Jumat, 23 Februari 2024

Kabupaten Sukabumi

Pendiri Ponpes Azzainiyyah KH Zezen Zainal Abidin Diabadikan Jadi Nama Jalan di Sukabumi

Pendiri Ponpes Azzainiyyah KH Zezen Zainal Abidin Diabadikan Jadi Nama Jalan di Sukabumi
KH Zezen Zainal Abidin Bazhul Asyhab Pendiri Ponpes Azzainiyyah (Foto: istimewa)
KH Zezen Zainal Abidin Bazhul Asyhab Pendiri Ponpes Azzainiyyah (Foto: istimewa)

Sukabumi, NU Online Jabar
Salah satu nama jalan di Kabupaten Sukabumi, Jalan Pondok Halimun diubah menggunakan nama salah satu tokoh terkemuka yakni KH Zezen Zainal Abidin BA. 


Hal tersebut menindak lanjuti rencana Bupati Sukabumi yang menginisiasi Perubahan nama Jalan Pondok Halimun menjadi Jalan KH Zezen Zainal Abidin BA.


Perubahan tersebut dibenarkan oleh Camat Sukabumi Gin Gin Ginanjar. Menurutnya ia bersama dengan masyarakat mengajukan Perubahan nama jalan Pondok Halimun mejadi Jalan KH. Zezen Zainal Abidin BA sebagai bentuk apresiasi atas peran tokoh tersebut di Kabupaten Sukabumi.


Selain itu, dikutip dari akun Facebook Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, Camat Sukabumi juga mengatakan, perubahan tersebut hasil musyawarah antara masyarakat dengan pihak pemerintah Kabupaten Sukabumi.


"Kami melaksanakan musyawarah dengan Kepala Desa dan Masyarakat Setempat, hingga tercapai kesepakatan bersama antara warga dan pemerintah, KH Zezen Zainal Abidin BA terpilih sebagai nama jalan karena ketokohannya sebagai Ulama dan tokoh masyarakat di kabupaten Sukabumi," terang Gin Gin.


"Dari Sukabumi dilahirkan begitu banyak pribadi-pribadi yang hidupnya memberikan kemajuan kepada daerah memberika perubahan dearah yang lebih baik," tambah Gin Gin.


Diketahui, KH. Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab, lahir pada tanggal 17 Februari 1955 di Sukabumi, tepatnya di Kampung Nagrog Sinar Barokah Desa Perbawati (dulu Desa Karawang), putra dari pasangan KH Zayadi dan Hj. Halimah.


Pangersa uwa, begitu ia akrab disapa baik oleh santri, muhibbin dan masyarakat umum, merupakan seorang ulama yang tawadhu dan aktif dalam berbagai kegiatan keumatan. 


Beberapa organisasi yang diamanahkan kepada almarhum antara lain Ketua MUI Kabupaten Sukabumi, tokoh penggerak Bazda Sukabumi, dan tokoh penegakan syar'iah Islam di Sukabumi.


KH Zezen Zainal Abidin BA garis keturunan dari ibunya berasal dari Sunan Gunung Djati, yang nasabnya sampai kepada Rasulullah Muhammad Saw.


Profil KH Zezen Zainal Abidin Bazhul Asyhab
Dikutip dari azzainiyyah.sc.id, berikut adalah rundaian nasab KH. Zezen ZA Bazul Asyhab bin Hj. Halimah binti KH. Abdurrohman bin KH. Kahfi bin Ayah Aliman bin Abah Syaebah bin Ayah Gabid bin Ayah ‘Atshan bin Prabu Washidewa. 


​​​​​​​Prabu Washidewa bin Eyang Pangeran Sake bin Sultan Agung Abdul Fatah Tirtayasa bin Sultan Abdul Ma’ali Ahmad bin Sultan Abdul Mafakhir Abdul Qadir bin Sultan Maulana Nasrudin bin Maulana Yusuf bin Syekh Maulana Hasanudin bin Kangjeng Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Djati).


Setelah menyelesaikan pendidika Sekolah Rakyat (SR), pangersa Uwa melanjutkan pendidikan ke pesantren Pabuaran asuhan KH. Mahmud. 


Setelahnya, pangersa Uwa juga melanjutkan pendidikan ke MTs dan MA di Pondok Pesantren Sirojul Athfal (sekarang Almasthurriyyah) Tipar Cisaat Sukabumi asuhan KH. Masthuro.


Di Pesantren Almasthuriyah inilah pangersa Uwa selain mengkaji ilmu agama, juga belajar berorganisasi yang menjadi modal dalam dakwahnya kelak.


Kemudian, setelah menyelesaikan studi di Pesantren Almasthuriyyah, pangersa Uwa melanjutkan petualangan keilmuannya dengan berguru kepada KH. Humaidi Cikaret Sukabumi.


Berkat kesempatannya berguru kepada KH. Humaidi, pangersa Uwa menemukan pengetahuannya tentang politik dan pengelolaan pemerintahan, karena menurut keterangan, KH. Humaidi selain seorang pemuka agama, dalam waktu yang bersamaan juga berperan di dunia politik, yakni menjadi anggota DPR.


Kegigihan beliau untuk mempelajari segala hal yang baru, tidak diimbangi dengan ketersediaan waktu KH. Humaidi. Melihat kondisi ini KH. Humaidi menitipkan beliau kepada KH. Mahmud Mudrikah Hanafi di Pesantren Siqoyaturrohmah Salajambu. 


Bersama KH. Mahmud Mudrikah Hanafi beliau belajar dan menajamkan ilmu fiqh, tauhid, tashawwuf, ma’ani, badi’, bayan, ushl al- fiqh, musthalah al-hadits, dan berbagai disiplin ilmu agama lainnya.


Kemudian beliau melanjutkan mesantren ke Pondok Pesantren Riyadhul Mutafakkirin (sekarang Darul Hikam) Cibeureum Sukabumi asuhan KH. Aang Sadili selama 1,5 tahun. 


Di pesantren ini beliau mendalami ilmu balaghoh sehingga beliau mendapat gelar “Abuy Bulagho”, dan beliau belajar pentingnya istiqomah bagi seorang pejuang Alloh (Da’i). KH. Aang Sadili Allohuyarham, sepertinya, melihat kepentingan Ajengan Zezen.

 

Dalam pandangannya, Ajengan Zezen bukan saja harus kaya secara ilmu, namun harus teruji secara praktis. Atas dasar itu, disuruhlah Ajengan Zezen untuk belajar kepada Kyai Muqtadir Longkewang Cianjur. Bersama Kyai Muqtadirlah, berbagai disiplin ilmu alat (terutama nahwu dan sharaf) dimatangkan.


Tidak berhenti sampai di sini, setelah belajar dengan KH. Muqtadir, beliau melanjutkan perburuan ilmunya denga mengikuti pasaran kitab Al-Hikam ke Sadang Garut dan pesantren Miftahul Huda Utsmaniyyah Cikole Ciamis asuhan KH. Abdurrohman, untuk memperdalam ilmu fiqih. 


Di sinilah akhir pengembaraannya sebelum Ajengan Zezen pulang kampung melaksanakan titah Allah pada tahun 1978.


​​​​​​​Pangersa Uwa kemudian mendirikan lembaga pendidikan dengan nama Pondok Pesantren Darul Falah yang pada awalnya mengadakan pengajian malam hari bagi masyarakat Nagrog.


Kemudian berubah menjadi Pondok Pesantren Darurrohman. Seiring perkembangannya diubah lagi menjadi pesantren Azzainiyyah hingga hari ini di bawah binaan puteranya KH. Aan Abdullan Zein.


Saat ini Pondok Pesantren Azzainiyah menjelma menjadi lembaga pendidikan yang jadi rujukan karena sukses banyak melahirkan alumni yang berkiprah di berbagai sektpr. 


Adapun unit pendidikan yang diselenggarakan di bawah Azzainiyah diantaranya pendidikan Pesantren Salafi Riyadhul Alfiyah wal Hikam, pendidikan formal mulai dari RA, MI, MD, MTS, SMP, MA, SMA dan SMK. 


Pewarta: Amus Mustaqim
 


Kabupaten Sukabumi Terbaru