Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

LPBINU Kabupaten Bogor Bantu Akses Logistik untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor Ke Kampung Tanjungsari

LPBINU Kabupaten Bogor Bantu Akses Logistik untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor Ke Kampung Tanjungsari
LPBINU Kabupaten Bogor Bantu Akses Logistik untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor Ke Kampung Tanjungsari (Foto: NUJO)
LPBINU Kabupaten Bogor Bantu Akses Logistik untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor Ke Kampung Tanjungsari (Foto: NUJO)

Kabupaten Bogor, NU Online Jabar 
Banjir bandang dan tanah longsor melanda Kabupaten Bogor di beberapa titik pada Rabu (26/06/2022). Salah satunya di Desa Purasari Kecamatan Leuwiliang masih belum teratasi. Seperti yang terjadi di kampung Tanjungsari 2 Desa Purasari Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor masih terisolir disebabkan terputusnya akses utama menuju kampung tersebut.

 

“Tadi kita bersama para relawan melihat kondisi terkini jalur menuju Kampung Tanjungsari,” kata Ketua LPBI NU Kabupaten Bogor, Ade Irawan kepada NU Online Jabar, Rabu (29/06/2022). 

 

Menurut Ade, kondisinya cukup parah karena jalur utama yang dihubungkan oleh jembatan hancur total sehingga memutuskan akses menuju dari dan keluar kampung Tanjungsari.

 

“Terputus total, karena pada Kamis lalu terhantam banjir bandang. Dan bongkahan jembatannya pun tak ada, tersapu banjir bandang,” terangnya.

 

Untuk mengirim bantuan logistik ke kampung tersebut, sambung dia, para relawan mencoba membuat flying fox dengan peralatan yang tersedia. Hal itu dilakukan untuk mengirimkan berbagai kebutuhan masyarakat.

 

“Kita bersama tim langsung membuat flying fox karena memang masyarakat di sana membutuhkan bantuan juga. Karena jalur utama terputus, cara satu-satunya ya kita gunakan flying fox dengan mengirimkan satu persatu bantuan,” tandasnya.

 

Sementara itu, Ketua RW 12 Asnin mengatakan bencana ini terjadi secara tiba-tiba karena berlangsung cepat, namun menimbulkan suara yang cukup bergemuruh. 

 

“Tiba-tiba kang, waktu Maghrib jembatan masih ada, tapi malam hilang tersapu air bah yang turun tiba-tiba dari sungai Cisarua. Kami berharap akses jembatan ini bias segera diperbaiki karena sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Asnin.

 

Editor: Agung Gumelar

terpopuler

rekomendasi

topik

×