• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Kamis, 23 Mei 2024

Kabupaten Bogor

LPBINU Jabar Gelar Pelatihan Saving Internal Lending Community di Desa Citeko Bogor

LPBINU Jabar Gelar Pelatihan Saving Internal Lending Community di Desa Citeko Bogor
Kegiatan pelatihan SILC (Saving Internal Lending Community) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jawa Barat bersama Catholic Relief Services (CRS) Indonesia di Desa Citeko, Kecamatan Cusarua, Kabupaten Bogor, Rabu (27/3/2024). (Foto: NU Online Jabar)
Kegiatan pelatihan SILC (Saving Internal Lending Community) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jawa Barat bersama Catholic Relief Services (CRS) Indonesia di Desa Citeko, Kecamatan Cusarua, Kabupaten Bogor, Rabu (27/3/2024). (Foto: NU Online Jabar)

Bogor, NU Online Jabar
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jawa Barat bersama Catholic Relief Services (CRS) Indonesia kembali menggelar pelatihan SILC (Saving Internal Lending Community) di Desa Citeko, Kecamatan Cusarua, Kabupaten Bogor.


Kegiatan ini merupakan tindak lanjut salah satu kegiatan program KUAT yakni mendukung perluasan akses masyarakat terhadap penyedia layanan keuangan untuk memperkuat kesiapsiagaan dan tanggap darurat pada saat bencana melalui pembentukan SILC sebagai salah satu strategi untuk memperkuat ketahanan masyarakat.


Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang dari unsur Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Citeko Kabupaten Bogor dan unsur masyarakat yang berlangsung di Aula Kantor Desa Citeko selama 3 hari mulai tanggal 26- 28 Maret 2024 dengan narasumber dan fasilitator CRS Indonesia Richa dan LPBINU Jawa Barat Adi Widiastuti dan Hana Indhira Jasmine.


Menurut Ketua LPBINU Jawa Barat Dadang Sudardja, SILC adalah strategi simpan pinjam yang dirancang CRS untuk mendukung masyarakat dalam membangun kembali dengan lebih baik dan pulih dari bencana, membangun kemandirian masyarakat dalam rangka mengembangkan potensi diri melalui penyediaan modal dan sumber keuangan untuk memenuhi kebutuhan tanggal.


“Berbeda dengan lembaga keuangan mikro (LKM) yang menempatkan anggotanya pada posisi sebagai nasabah, SILC lebih merupakan kegiatan kelompok dengan jumlah anggota yang berperan aktif sebagai subjek terbatas. Fasilitas tabungan asuransi dan pinjaman SILC memungkinkan anggotanya memenuhi kebutuhan keuangan kecil jangka pendek,” terangnya.


Dadang menjelaskan, tujuan pelatihan ini diharapkan para peserta mampu memahami metodologi dan tata kelola serta mempraktekkan modul pelatihan SILC. Selain itu, mereka juga berlatih mengisi buku besar SILC dan validasi target peserta KUAT -SILC di desa/kelurahan (Kelompok Dan Anggota).


“Metoda pelatihan ini menggunakan berbagai teknik fasilitasi termasuk presentasi, diskusi pleno, bermain yg peran dan kerja kelompok serta metode lainnya,” tandasnya.


Kabupaten Bogor Terbaru