Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

H Tamdjid: Sinergitas Masyarakat dan Madrasah, Kunci Sukses Pendidikan 

H Tamdjid: Sinergitas Masyarakat dan Madrasah, Kunci Sukses Pendidikan 
H Tamdjid: Sinergitas Masyarakat dan Madrasah, Kunci Sukses Pendidikan 
H Tamdjid: Sinergitas Masyarakat dan Madrasah, Kunci Sukses Pendidikan 

Garut, NU Online Jabar
Setiap lembaga pendidikan apapun, termasuk di dalamnya sekolah, madrasah, maupun pondok pesantren, tentu membutuhkan peran serta masyarakat. Tanpa adanya peran dari masyarakat, lembaga pendidikan tidak akan mampu berjalan dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan sinergitas antara masyarakat dengan lembaga pendidikan dalam memajukan pendidikan, sehingga kualitas dan keberhasilan suatu lembaga pendidikan tertentu dapat terwujud dengan baik.


Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Yayasan Madrasah Darul Fitri Leles, Drs H Tamdjid saat sambutan mengenai pentingnya peran serta masyarakat dalam memajukan pendidikan yang dilaksanakan di Gedung MTs Darul Fitri Leles, Jalan Raya Belakang Masjid Besar Kecamatan Leles-Garut, Sabtu (6/08/2022) lalu.


“Perlu diketahui, bahwa pengelolaan pendidikan termasuk di dalamnya proses belajar dan mengajar siswa, tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak sekolah atau madrasah. Tanpa adanya bantuan dan kontribusi dari para orangtua, maka proses pendidikan anak-anak tidak akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan kesinambungan, kerja sama antara pihak sekolah dan orangtua, terutama dalam hal pengawasan siswa, sehingga keberhasilan dan kualitas pendidikan peserta didik dapat terwujud dengan baik,” katanya.


Tokoh pendidik yang pernah menjabat sebagai Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sumedang itu mengungkapkan, bahwa pendirian sebuah madrasah tentu akan berbeda dengan pendirian lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Menurutnya, lembaga pendidikan madrasah itu merupakan lembaga perjuangan yang didirikan berdasar kepada kebutuhan masyarakat. 


“Perlu diketahui, sebab lembaga pendidikan madrasah itu sebagai lembaga perjuangan adalah karena didirikan oleh para kiai, para sepuh, para tokoh, yang dalam pendiriannya lebih mengedepankan kepentingan umum. Pendirian lembaga-lembaga pendidikan semisal pondok pesantren, madrasah, dan majelis taklim, biasanya semata-mata dibangun untuk kepentingan masyarakat sehingga dalam perjalanannya tidak terlalu membebankan masyarakat, terutama dalam soal pembiayaan,” terangnya. 


Menurutnya, meskipun dalam perjalanannya, pihak madrasah atau sekolah yang kadangkala membutuhkan bantuan finansial dari para orangtua, namun bantuan tersebut harus diniatkan sebagai infak atau amal jariah saja. 

 

“Bantuan finansial jangan ditujukan sebagai uang lelah atau biaya pengganti keringat yang diperuntukkan bagi para pengajar. Hal tersebut perlu dilakukan agar biaya yang dikeluarkan oleh orangtua pahalanya dapat kembali kepada yang mengeluarkannya. Namun, dengan catatan harus disertai dengan keikhlasan dalam menyumbangkannya, sehingga pahalanya akan terus mengalir,” ujar H Tamdjid.


Lanjutnya, H Tamdjid mengutip hadis Rasulullah Saw, yang berbunyi:


Idza maata ibnu Adam inqatha’a ‘amaluhu illa min tsalaatsin, shadaqatin jaariyah, aw ‘ilmin yuntafa’ubih, aw waladin shalih yad’u lah” (Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang shaleh) (HR Muslim). 


“Dengan memasukan putera-puternya ke madrasah, itu artinya para orangtua secara tidak langsung telah menjadi bagian sekolah dalam mewujudkan cita-cita madrasah, yakni untuk mewujudkan manusia beriman, bertakwa, cerdas, terampil, berakhlak karimah, dan mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik,” tuturnya.


Lembaga pendidikan madrasah MTs Darul Fitri Leles kata H Tamdjid, merupakan lembaga pendidikan formal Islam tertua di Kecamatan Leles yang berdiri sejak tahun 1985. Sejak berdiri hingga sekarang, telah banyak ribuan alumni MTs Darul Fitri Leles yang tersebar ke berbagai wilayah, instansi pemerintah, instansi swasta, maupun lembaga mandiri.


“MTs Darul Fitri Leles merupakan lembaga pendidikan formal tertua di Leles, yang komitmen para pendirinya yakni tidak terlalu membebani masyarakat dalam soal pembiayaan, misalnya tidak pernah memungut uang bangunan seperti halnya sekolah-sekolah yang lain. Meskipun demikian, ibu-bapak orangtua harus tetap optimis untuk menyekolahkan putera-puterinya ke madrasah. Buktinya, lulusan madrasah pun banyak yang menjadi pegawai negeri (PNS), pegawai swasta, tokoh masyarakat, kiai, pengusaha, akademisi, dan yang lainnya,” pungkasnya.


Pewarta: Rudi Sirojudin Abas
Editor: Abdul Manap

Garut Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×