• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Kamis, 23 Mei 2024

Depok

PCNU Kota Depok Gelar Tadarus Budaya Ramadhan Bersama Dekan FIB UI

PCNU Kota Depok Gelar Tadarus Budaya Ramadhan Bersama Dekan FIB UI
Foto bersama usai dialog budaya bersama PCNU Kota Depok
Foto bersama usai dialog budaya bersama PCNU Kota Depok

Depok, NU Online Jabar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok menggelar acara "Tadarus Budaya Ramadhan" dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadhan. Acara tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI), Dr. Bondan Kanumoyoso, serta budayawan Abdullah Wong. Bertempat di Kantor PCNU Kota Depok, Kalimulya, Cilodong, kegiatan ini berlangsung pada Ahad, (24/3/24).


Dalam acara ini, terdapat beragam kegiatan budaya, mulai dari kajian dan diskusi hingga penampilan Perkusi yang disajikan oleh Lembaga Seni Budaya Muslimini Indonesia (Lesbumi) NU Kota Depok. Selain itu, acara juga dilanjutkan dengan Istighotsah dan Konser oleh Ki Ageng Ganjur.


"Melalui dialog budaya ini kita mengasah rasa dan kepekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui penguatan tradisi dan budaya, di antaranya seni musik religi, sholawat, dan lainnya," ujar Ketua PCNU Kota Depok, KH Achmad Solechan.


Menurutnya, dialog budaya ini mengedepankan aspek dan nilai-nilai kultur budaya, sehingga diharapkan dapat membantu bangsa ini terhindar dari godaan ekstremisme dan intoleransi.


"Dengan budaya itu bisa diterima oleh semua kalangan tanpa adanya sekat. Yang mampu berdiri di atas suku, etnis, kelompok, golongan, dan itu bisa berbaur bersama dengan budaya. Sangat sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia yang beragam dan berpegang teguh pada bhineka Tunggal Ika," tambahnya.


Hadir pula pada kesempatan tersebut Wakil Ketua Lesbumi PBNU, Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, juga menekankan pentingnya dialog budaya dalam upaya memperkuat persatuan, terutama setelah pelaksanaan pesta demokrasi baru-baru ini.


“Mari kita rajut kembali persatuan dan kesatuan bangsa. Perbedaan itu adalah hal biasa dan rahmat dari Allah SWT. Mari kita kembali bekerja seperti semula di tempat masing-masing,” ujar Ngatawi Al-Zastrouw.


Budayawan KH. Abdullah Wong juga memberikan pandangannya terkait pertanyaan peserta mengenai washilah dalam berdoa. Menurutnya, tidak hanya manusia saja yang membutuhkan washilah, bahkan Al-Qur'an juga turun kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara.


“Bahasa adalah budaya. Bahkan, dalam teks ayat kita lihat ada kata ilahi, robbana yang kata tersebut adalah budaya,” paparnya.


Sementara itu, Dekan FIB UI, Dr. Bondan Kanumoyoso, menegaskan bahwa washilah dalam akademisi dikenal sebagai referensi. Ia juga mengingatkan bahwa toleransi merupakan warisan yang penting dari para ulama dan orang tua terdahulu.


“Peradaban yang dikembangkan oleh Nahdlatul Ulama adalah nilai-nilai toleransi yang telah berkembang di masyarakat,” tutupnya.


Pewarta: Aan Khumaidi
 


Depok Terbaru