Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Tingkatkan Peran Anak dalam PRBBK, ​​​​​​​LPBINU Jabar Gandeng Save The Children Indonesia Gelar Workshop

Tingkatkan Peran Anak dalam PRBBK, ​​​​​​​LPBINU Jabar Gandeng Save The Children Indonesia Gelar Workshop
Ilustrasi: NUO.
Ilustrasi: NUO.

​​​​​Bandung, NU Online Jabar
Dalam rangka memperkuat kapasitas keilmuan, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jawa Barat yang bekerjasama dengan Save The Children Indonesia akan mengadakan workshop selama dua hari, dimulai dari Selasa-Rabu (17-18/5) 2022 yang bertempat di Gedung PWNU Jawa Barat.


Ketua LPINU Jawa Barat H Dadang Sudarja mengungkapkan, program ini merupakan kesepakatan bersama antara Save The Children Indonesia dan LPBINU Jawa Barat yang telah ditandatangani untuk pelaksanaan program Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK) di wilayah Jawa Barat.


"Sudah dikoordinasikan dan mendapatkan dukungan dari Kementerian Sosial, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Subang dan Dinas Pendidikan," jelasnya.


H Dadang juga mengungkapkan garis besar rencana kegiatan program sebagai berikut:
 

 
  1. Peningkatan kesadaran masyarakat desa terhadap kesiapasiagaan & Penanggulangan Bencana.
  2. Penguatan manajemen penanggulangan Bencana di tingkat desa
  3. Penguatan manajemen penanggulangan bencana ditingkat satuan pendidikan.
  4. Simulasi penanggulangan bencana
  5. Integrasi Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat.


Menurutnya, Anak-anak muda berpotensi menjadi sumber informasi, narasumber, maupun pelaku utama pengelolaan risiko bencana ditingkat komunitas, satuan pendidikan, anak dan anak muda.


Selain itu, H Dadang juga menjelaskan tujuan dari kegiatan ini yakni; Pertama, Merancang model partisipasi anak dan anak muda untuk kesinambungan PRBBK ditingkat komunitas, satuan pendidikan, dan anak serta anak muda. Kedua, Model kegiatan partisipasi anak dan anak muda tersusun. Ketiga, Strategi partisipasi anak dan anak muda ditetapkan. Keempat, Kapasitas tim progam dalam hal keuangan dan monitoring/evaluasi meningkat.


"Output dari workshop ini adalah penjabaran rencana kegiatan program yang mengintegrasikan partisipasi anak dan anak muda tersusun, Model kegiatan partisipasi anak dan anak muda ditetapkan, Strategi partisipasi anak dan anak muda ditetapkan, Kapasitas tim program dalam hal keuangan dan monitoring/evaluasi meningkat," paparnya.


Untuk diketahui, dalam workshop tersebut juga rencananya akan ada launching program Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Masyarakat yang rencanaya akan diselenggarakan di dua kabupaten, yakni Kabupaten Subang dan Kabupaten Tasikmalaya yang terintegrasi dengan program satuan pendidikan aman bencana oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad.


Pewarta: Muhammad Rizqy Fauzi

Terkait

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×