Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Sri Melynda, Kontributor NUJO yang Dapat Beasiswa Story Grant Liputan Keberagaman 

Sri Melynda, Kontributor NUJO yang Dapat Beasiswa Story Grant Liputan Keberagaman 
Training & Story Grant Mengembangkan Ruang Aman Keberagaman di Media 11-13 Maret 2022 di Bandung. (Foto: NUJO/Sri)
Training & Story Grant Mengembangkan Ruang Aman Keberagaman di Media 11-13 Maret 2022 di Bandung. (Foto: NUJO/Sri)

Bandung, NU Online Jabar 
Kontributor NU Online Jabar asal Kabupaten Kuningan Sri Melynda berkesempatan mendapat beasiswa Story Grant Liputan Keberaman setelah berhasil lolos seleksi proposal rencana peliputan kepada Tim SEJUK dan mentor story grant keberagaman Yulia Saputra dan Tri Joko Her Riadi dalam Training & Story Grant Mengembangkan Ruang Aman Keberagaman di Media 11-13 Maret 2022 di Bandung, sebagaimana di kutip SEJUK.org pada Kamis (17/03). 


Dari 20 peserta yang mengikuti Training & Story Grant Mengembangkan Ruang Aman Keberagaman di Media yang diselenggarakan Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) yang bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandung dan didukung oleh International Media Support (IMS), hanya ada 8 peserta yang berhak meraih Story Grant Liputan Keberagaman dan masing-masing peserta mendapat beasiswa terbatas sebesar Rp7.000.000.


Sri berhasil lolos dengan rencana peliputan berjudul ‘Rasanya Menjadi Minoritas di Kabupaten Kuningan’. Dari hasil wawancara yang dilakukan NU Online Jabar, Sry mengaku judul yang diambil terinspirasi dari pengalaman pribadinya ketika mengikuti kegiatan moderasi beragama pada Agustus-Desember tahun 2021 di Kabupaten Kuningan. 


Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Kabupaten Kuningan itu mengatakan, dari kegiatan moderasi beragama ia banyak mengambil pelajaran salah satunya terkait dengan kehidupan kaum minoritas dalam menjalankan kegiatan peribadatan mereka di wilayah Kabupaten Kuningan. 


“Dari mereka banyak mendengarkan bagaimana susahnya mereka beribadah, bagaimana susahnya mereka tinggal di lingkungan mayoritas. Salah satunya ada penganut agama Hindu yang bilang di Kuningan itu tidak ada tempat beribadah mereka, pun dengan (agama) Budha. Jadi ketika mereka mau beribadah sesuai dengan kepercayaan mereka, mereka harus keluar dari daerah Kuningan,” ujar aktivis perempuan yang tertarik terhadap isu keberagaman itu. 


Untuk itu, ia berharap dengan diangkatnya isu keberagaman ini para pembaca khususnya masyarakat semakin banyak mengetahui tentang isu keberagaman di daerahnya dan mendorong pemerintah Kabupaten Kuningan untuk memfasilitasi tempat peribadatan mereka. 


Sri tidak menyangka bisa menjadi salah satu peserta yang mendapat beasiswa Story Grant Liputan Keberagaman ini. 


“Menjadi satu kebanggaan tersendiri dan nggak menyangka bisa menjadi salah satu dari delapan peserta yang proposalnya terpilih, alhamdulillah,” pungkasnya.  


Pewarta: Agung Gumelar

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×