Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

PKPT IPNU IPPNU Kampus Putih Segeran Gelar Diskusi Maulid

PKPT IPNU IPPNU Kampus Putih Segeran Gelar Diskusi Maulid
Kader IPNU IPPNU PKPT Kampus Putih (Dok. PKPT)
Kader IPNU IPPNU PKPT Kampus Putih (Dok. PKPT)

Indramayu, NU Online Jabar

Banyak cara yang dapat dilakukan dalam rangka mengingatkan anak muda khususnya pelajar dalam menghadapi tantangan zaman. Hal tersebut penting dilakukan agar mereka bisa berkontribusi di era revolusi industri 4.0 saat ini.   

Semangat itu pula yang mengemuka dari Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kampus Putih Segeran khususnya dalam mengimplementasikan nilai-nilai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dengan menggelar diskusi bertemakan "Implementasi Akhlak Rasulullah SAW di  Era Pemuda Pemudi Melenial"

Diskusi digelar di Sekretariat PKPT IPNU IPPNU Kampus Putih Segeran, Ahad (01/11) dengan menghadirkan dua orang narasumber, yakni Mantan Ketua GP Ansor Indramayu, Miftahul Fatah dan Mantan Ketua IPPNU Indramayu, Malihah Ulfiah.  

Ketua PKPT IPNU Kampus Putih Segeran, Fikri Hidayat menjelaskan,   peringatan Maulid Nabi diisi dengan pembacaan maulid, shalawat dan diskusi implementasi akhlak Rasulullah, agar para pelajar mampu memahami secara utuh tentang makna maulid sekaligus mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini bertujuan agar para pelajar dan pemuda pemudi bisa menerapkan akhlak Rasulullah SAW di kehidupan sehari hari, karena tantangan perkembangan zaman sedemikian dahsyat yang mengakibatkan banyaknya pelajar yang mulai meninggalkan ajaran agamanya serta jauh dari perilaku yang Islami,” tegas Fikri.

Sementara,  Ketua PKPT IPPNU Kampus Putih Segeran,  Siti Al Asaroh turut menguatkan bahwa santri dan kader NU terutama IPNU dan IPPNU Kampus Putih tidak boleh hanya berbekal intelektual tapi harus diimbangi dengan kebangsaan dan nilai-nilai religius.   

“Karena itu adalah jati diri seorang pelajar atau santri, jika pelajar tidak mampu mengimplementasikan akhlak yang dicontohkan oleh Rasulullah maka setinggi apapun ilmu yang dikuasai akan sia-sia, karena akhlak berada di atas ilmu, percuma berilmu tinggi tapi akhlaknya rendah,” tutur Siti Al Asaroh.

Narasumber diskusi, Miftahul Fatah dalam penyampaiannya mengatakan, peran pelajar di era milenial berbeda dengan peran pada masa lalu, maka harus ada reorientasi dan reaktualisasi nilai-nilai maulid nabi di kalangan pelajar. 

“Menjadi pemuda-pemudi di era sekarang ini harus ikut andil dalam menjaga kemerdekaan tidak harus dengan berperang melainkan dengan mengamalkan ilmu yang kita punya kepada masyarakat,” Ujar Gus Mift.

“Selain itu dalam era medsos juga penting untuk menjaga akhlak, jika dalam kehidupan sehari-hari kita harus hati-hati dalam berucap dan bertindak, maka di dunia maya kita juga harus berhati-hati menggunakan jempol kita, jangan asal share dan hati-hati dengan berita hoax,"ungkapnya

Malihah Ulfiah dalam pemaparannya menegaskan, untuk menghadapi tanntangan zaman saat ini, para pemuda milenial tidak bisa hanya dengan diam tak berperan.

"Menjadi Generasi Milenial saat ini, harus memiliki 5 aspek sebagai acuan kehidupan, yaitu aspek moral, aspek spiritual, aspek emosional, aspek Intelektual dan yang terakhir adalah aspek mental,” pungkas Malihah Ulfiah.

Pewarta : Iing Rohimin
Editor     : Muhyiddin

Terkait

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×