Home Nasional Warta Kuluwung Khutbah Daerah Pustaka Sejarah Ubudiyah Taushiyah Syariah Keislaman Obituari Doa Tokoh Risalah Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya

Pesan KH Manarul Hidayat di Haul Abuya KH Rd Hidayatullah Pesantren Hidayatul Faizien Bayongbong Garut 

Pesan KH Manarul Hidayat di Haul Abuya KH Rd Hidayatullah Pesantren Hidayatul Faizien Bayongbong Garut 
Pesan KH Manarul Hidayat di Haul Abuya KH Rd Hidayatullah Pesantren Hidayatul Faizien Bayongbong Garut. (Foto: NUJO/Balyan)
Pesan KH Manarul Hidayat di Haul Abuya KH Rd Hidayatullah Pesantren Hidayatul Faizien Bayongbong Garut. (Foto: NUJO/Balyan)

Garut, NU Online Jabar 
Pondok Pesantren Hidayatul Faizien menggelar acara haul ke-16 almaghfurlah Abuya KH. Rd. Hidayatullah bin KH. Rd. Abdul Qohar dan KH. A. Wajihadin bin Al- Alamah KH. A. Umar Bashri Al Fauzani, Kamis (19/05) di Pondok Pesantren Hidayatul Faizien di Bayongbong, Cikedokan, Kabupaten Garut. 

 

Diawali temu kangen alumni lintas generasi dan doa bersama masyarakat dan para santri, acara ini juga dihadiri oleh salah seorang Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Manarul Hidayat sebagai penceramah di acara haul masyayikh Pondok Pesantren Hidayatul Faizien. 

 

“Pondok pesantren di Indonesia memiliki peranan yang sangat besar, baik bagi kemajuan Islam itu sendiri maupun bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Maka kita harus berbangga dengan adanya pondok pesantren,  jangan sampai kita  memusuhi pondok pesantren yang jelas-jelas sudah berjuang demi kemajuan bangsa dan negara,” tuturnya. 

 

Ada pesan dan kesan yang disampaikan oleh keluarga besar Pondok Pesantren Hidayatul Faizien bahwa kita dianjurkan untuk mencintai ulama. “Ulama adalah orang-orang yang ikut andil membangun bangsa, maka kita selaku santrinya harus menjadi benteng terdepan dalam melanjutkan perjuangan para ulama," kata Neng Hj Hilma Shufina.

 

Dalam acara Haul dan temu alumni akbar ini diharapkan kepada alumni di daerhanya  masing masing agar masuk menjadi pengurus Nahdlatul Ulama di setiap level dalam melanjutkan perjuangan para ulama Ahlussunah wal Jamaah.

 

Hal ini merupakan kebanggaan tersendiri yang secara jelas mendorong para alumni agar ikut terlibat di setiap kegiatan dengan memakanai Islam sebagai wujud perdamaian dengan konsep dan pola gerak Nahdlatul Ulama dengan tujuan menjadi rahmat untuk semesta alam dan seisinya. 

 

“Menciptakan Islam yang merangkul, bukan Islam yang memukul. Menciptakan Islam yang ramah bukan Islam yang marah. Semoga Islam yang kita impikan bisa segera terealisasikan agar Islam semakin jaya dan perdamaian dunia bisa terwujud, amin,” tandasnya. 
Sementara menurut keterangan Ketua Alumni Pondok Pesantren Hidayatul Faizien, Kang Dadan mengungkapkan bahwa konsep haul dan temu kangen alumni lintas generasi ini berbeda dengan haul-haul sebelumnya.

 

“Di tahun sekarang berbeda dengan tahun sebelumnya karena ada acara temu alumni akbar lintas generasi yang memang secara tujuannya untuk lebih memperkokoh dan membangun solidaritas kekompakan para alumni serta lebih siap dan sigap dalam mengawal para ulama dan perjuangan para kiai Nahdlatul Ulama,” ungkapnya. 

 

Kontributor: Ahkam Balyan 
Editor: Agung Gumelar

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

×