• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 26 Februari 2024

Daerah

Murid-murid SMPNU An-Nashuha Cirebon Luncurkan Tiga Buku Sastra

Murid-murid SMPNU An-Nashuha Cirebon Luncurkan Tiga Buku Sastra
Tiga buku karya Murid-murid SMPNU An-Nashuha Cirebon
Tiga buku karya Murid-murid SMPNU An-Nashuha Cirebon

Bandung, NU Online Jabar 
Murid-murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nahdlatul Ulama An-Nashuha meluncurkan tiga buku sastra. Peluncuran di lembaga pendidikan yang berada di Kompleks Pondok Pesantren An-Nashuha yang diasuh Katib Syuriyah PWNU Jawa Barat KH Usamah Manshur, Sabtu 19 Juni 2021.

Buku yang diluncurkan itu, pertama, Antologi Puisi Sastra Santri An-Nashuha seteba173 halaman. Buku itu ditulis oleh siswa-siswi SMP NU An-Nashuha, tentang sekumpulan perasaan santri dalam menjalani kehidupan di pesantren. 

Kedua, sebuah buku puisi yang berjudul Sejak Sajak Menjejak setebal 68 halaman, ditulis santri asal Cirebon, M. Khoirul Marzuki. Buku itu berisi pengalaman penulis dari awal masuk pesantren sampai puisi ini diterbitkan. 

Ketiga, novel yang berjudul Starlight System setebal 88 halaman karya Fikri Jalaludin, santri asal Karawang. Buku itu berisi cerita imajinatif yang menggabungkan kehidupan manusia, teknologi, dan rasi bintang.

Kepala Sekolah SMPNU An-Nashuha H.Moh Ahmad Labieb mengatakan, tiga buku sastra itu berangkat dari dua anak yang memiliki imajinasi literasi yang bagus, yaitu M. Khoirul Marzuki dan Fikri Jalaludin. 

Para guru kemudian membimbing kedua anak itu secara serius. Dalam perjalanannya, ternyata tidak sedikit para santri yang menyukai bidang sastra sehingga mereka pun mendapatkan bimbingan. 

“Anak-anak yang berminat terhadap sastra dan mendapat bimbingan itu melahirkan karya yang dibukukan pada Antologi Puisi Sastra Santri An-Nashuha,” katanya, Selasa (22/6). 

Sementara, sambungnya, dua anak (M. Khoirul Marzuki dan Fikri Jalaludin, red.) yang memiliki bakat menonjol dan sudah memiliki karya dibukukan secara tersendiri. 

Pihak sekolah, kata dia, mendukung bakat anak dalam bidang apa pun yang positif, termasuk sastra, karena hal itu akan memperkuat kesadaran literasi pesantren. Ketika didukung pertumbuhannya akan memicu kepada murid atau santri yang lain.

“Disamping itu apa pun bidangnya, kelak kontribusinya akan diarahkan untuk Nahdlatul Ulama,” katanya.  

Lebih lanjut ia mengatakan, murid-murid NU yang berada di sekolah formal dan pesantren yang berjumlah ribuan, bahkan jutaan, pasti memiliki bakat masing-masing. Tugas para guru dan ustadzlah yang harus jeli melihat dan mengarahkan bakat mereka. 

SMPNU An-Nasuha saat ini memiliki siswa-siswi sebanyak 310 orang. Sekolah yang berdiri 2014 itu, baru meluluskan 5 angkatan, dan sebentar lagi, yang ke-6.

Pewarta: Abdullah Alawi   


Daerah Terbaru