• logo nu online
Home Nasional Warta Sejarah Khutbah Taushiyah Kuluwung Ubudiyah Daerah Keislaman Syariah Obituari Risalah Doa Tokoh Tauhid Profil Hikmah Opini Wawancara PWNU Ngalogat Ekonomi Lainnya
Senin, 15 April 2024

Daerah

Kiai Didin Sahidin: NU adalah Gerakan, Bukan Kerumunan

Kiai Didin Sahidin: NU adalah Gerakan, Bukan Kerumunan
Para Pengurus NU, MWCNU, dan Banom ziarah ke makam sesepuh NU setempat (foto: NU Online Jabar)
Para Pengurus NU, MWCNU, dan Banom ziarah ke makam sesepuh NU setempat (foto: NU Online Jabar)

Sumedang, NU Online Jabar
Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke 96 menurut Masehi dan ke 99 menurut Hijriyah Nahdlatul Ulama, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Pengurus Ranting (PRNU), Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat dan Fatayat NU, Ansor, Banser dan Pagar Nusa ziarah ke makbaroh para sesepuh ulama NU setempat di Dusun Depok, Desa Jatisari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jumat (11/2).


Rais Syuriyah MWCNU Tanjungsari Kiai Didin Sahidin mengatakan ziarah ini bertujuan untuk mendoakan para sesepuh yang pernah menjadi pengurus NU juga meminta di doakan oleh sesepuh agar jamaah dan jamiyah NU selalu mendapat keberkahan serta diberikan kekuatan dan kesabaran oleh Allah dalam merawat, mengelola amanah organisasi sebagai estafetasi dari perjuangan para ulama NU yang telah wafat.


"Jangan pernah ngaku-ngaku NU jika attitude, sanad ilmu dan gerakannya tidak tersambung dengan para ulama NU, semoga para pendahulu dilapangkan, diterangkan alam kuburnya, serta masuk ke dalam surganya,” ucapnya.


"NU adalah gerakan bukan kerumunan, jika sudah di bai'at oleh NU namun tidak pernah mengadakan gerakan revolusioner maka ke-NU-annya sangat dipertanyakan," katanya.


Ketua Tanfidziyah MWCNU Denden Nur Mushiffa sebelum dimulainya tahlilan, ia menjelaskan. "Di Tempat Pemakaman Umum (TPU) ini di semayamkan jasad Ketua Tanfidziyah PCNU Sumedang masa khidmah 1974-1984 yakni KH R. Aceng Syambas, KH. Mahmud sesepuh pesantren Al-Mahmud, Mama Ging-ging (H. Moch Ilyas), H. Uu Ma'mun, H. Abdul Aziz, H. Lukman Hakim (Ketua Tanfidziyah PCNU) masa khidmah 1984-1989,” ujarnya.


"Ternyata kita telah dikumpulkan oleh orang yang sudah wafat yang ada di pemakaman ini, bisa kita rasakan aura positifnya, sehingga bisa menularkan semangat juangnya untuk belajar istiqomah dalam mendakwahkan ajaran Aswaja Annahdliyah," tambahnya.


Perlu diketahui, acara puncak peringatan Harlah ini akan digelar pada hari Ahad 13 Februari 2022 pukul 08.00-09.00 dengan diawali Apel Kebangsaan di Halaman Pasar Tembakau Tanjungsari, dan pukul 09.00-11.00 Pengajian di Masjid Besar Tanjungsari, sekaligus memperingati Isro Mi'raj Nabi Muhammad Saw.


Pewarta: R. Badhen Syambas
Editor: Abdul Manap​​​​​​​


Daerah Terbaru